Publik di Indonesia masih dihebohkan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan peluang bagi calon capres dan cawapres yang masih berusia 40 tahun. Meski MK mengisyaratkan jika calon tersebut harus menjadi pejabat negara yang dipilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Secara tersirat, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming sebenarnya memiliki peluang guna menjadi cawapres yang kemudian bisa dipasangkan bersama Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Sebuah video yang memperlihatkan Politisi Senior Panda Nababan kembali viral di media sosial TikTok. Dia meluruskan cara pandang dengan tidak ada kemungkinan jika Gibran akan menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Dia berharap pembahasan mengenai Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo dihentikan karena bersifat pembodohan,
"Mulai hari ini, jam ini, detik ini, hari ini, jangan lagi membicarakan Gibran, Kenapa? itu kebodohan." ujar Panda Nababan
Dia pun menegaskan jika cara pandang itu terlalu tidak logis, "Artinya, Itu cara pandang kau pendek," sambung Panda.
Panda menganalogikan jika kemungkinan Gibran sebagai cawapres Prabowo sangat tidak mungkin dalam situasi sekarang
"Melipatkan itu, karena tidak mungkin dalam situasi sekarang, Dia (Gibran) kader PDIP, KTA PDIP, sudah viral mendukung Ganjar," sambung politisi dari Sumatera Utara tersebut.
Karena itu, ia lebih yakin Gibran tidak mungkin memojokan PDIP.
Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Ungkap Kondisi Terkini Usai Dikabarkan Kritis: Jangan Percaya yang Aneh-Aneh
"Mana mungkin bisa menjoroknya partai kami. Presiden dari Partai kami (PDIP), sementara jikalau di sana cawapresnya, rival saat Pilpres (Prabowo Subianto," ujar Panda Nababan menerangkan
Dia pun mempertanyakan logika yang dipakai jika masih memaksakan pencalonan tersebut.
"Logika apa, JIkakalu tidak ada niat baik terselubung, Gibran sendiri, tidak terpikir," ujar Panda memastikan hal tersebut.
Lalu Panda memastikan kenapa usulan bisa pencalonan bisa muncul, karena ada pihak yang mengusungnya.
"Itu kenapa muncul, adanya wacana tersebut, " ucap Panda sambil memelas kepada pembawa acara Karni Ilyas agar tidak membesarkan kemungkinan tersebut muncul.
Video ini tampaknya video lawas saat acara Indonesia Lawyer Club. Video saat keputusan MK belum mengubah batas usia capres dan cawapres.