Cerita Mengerikan Mondok di Ponpes Gontor, Ada Mahkamah hingga Berdesakan di Kamar, Keluar Pasti Keringatan

tasikmalaya

Jum'at, 09 September 2022 | 18:29 WIB
Cerita Mengerikan Mondok di Ponpes Gontor, Ada Mahkamah hingga Berdesakan di Kamar, Keluar Pasti Keringatan
Olah TKP di Pondok Pesantren Gontor. Ada cerita dari mantan santri tentang perlakuan sadis di sana. (Foto: Beritajatim)

SuaraTasikmalaya – Berikut adalah cerita yang dialami seorang mantan santri di Ponpes Gontor.
 
Kisah ini viral setelah munculnya kasus kematian seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponpes Gontor) di Ponorogo, Jawa Timur.
 
Mantan santri Gontor lantas membongkar dugaan adanya tindak kekejaman di pondok tersebut.
 
Melalui akun media sosial dia mengungkap adanya dugaan kekerasan, yang ternyata menjadi makanan sehari-hari para santri.
 
Apa yang terjadi di pondok tersebut dibeberkan oleh akun Twitter @FadhilFirdausi dalam sebuah utas.
 
Sebelum menceritakan pengalamannya, dia meretweet satu akun yang mengunggah sebuah artikel soal alasan kenapa pihak pondok tidak membawa pelaku ke ranah hukum.
 
Dia mengatakan, saat mondok ada doktrin tentang hal tersebut. "Waktu mondok di sini semua santri didoktrin kayak gini,” kata pengunggah yang mengatasnamakan Fadhil Firdausi. 
 
"Sesuatu yang tidak membuatmu mati akan membuatmu semakin kuat," katanya. 
 
“Haha gila gak tuh batasnya mati. Dan sekarang pas udah ada yang mati tanggung jawabnya ga ada, bahkan ditutup tutupi," cuitnya.
 
Setelah itu dia menceritakan pengalamannya Ketika menjadi santri di sana. "Aku inget banget pas pertama kali nyampe di sana sebagai calon santri, langsung kerasa ketidakmanusiawiannya,” katanya. 
 
Dia merasa awalnya biasa-biasa, namun setelah itu langsung tidak betah. “Itu masih calon santri, yang masih dikalem-kalemin," ujarnya.
 
Dia merasakan pengalaman disuruh lari sambil digiring oleh ustadz pengurus menggunakan motor. "Benar-benar kayak bebek digiring ke sawah," imbuhnya.
 
Di tahun pertama, awalnya dia merasa masih mendapat perlakuan yang biasa. 
 
Dia juga bercerita biasa dihukum oleh pengurus rayon kelas 5. Saat itu lah dia merasa jika perlakuannya sudah sadis.
 
Satu waktu dia mengalami pada setiap malam ada kegiatan mahkamah. Di sana, orang-orang yang melanggar aturan pondok pada hari itu dihukum. 
 
"Hukumannya ngapain? Disuruh masuk satu kamar, terus disuruh push up, sit up, kayang kuda-kuda macam-macam. Keluar pasti keringetan," jelasnya.
 
Cerita lain yang lebih parah adalah Ketika yang menghukum sedang bad mood (suasana hati yang buruk),” katanya. 
 
“Santri bisa dipukul menggunakan tongkat besi, rantai, kabel tebal, dan lain sebagainya. Karena benda-benda itu aku sering banget ga bisa jalan. Selalu biru-biru kakiku," akunya.
 
Saat masuk evaluasi setiap hari Jumat untuk anak baru dimasukan ke satu ruangan gedung asrama. Disuruh desak-desakan. Lalu dievaluasi kesalahan-kesalahan selama satu minggu. 
 
"Yang kena masalah ya disuruh maju, terus dihajar. Yep, dihajar beneran," jelasnya.
 
Hukuman itu berupa ditendang sampai menabrak lemari, dipukul sampai jatuh, ditampar, hingga dipukul pakai segala macam yang ada di ruangan. Dan itu semua tidak boleh dilawan, pasrah terima adanya.
 
"Emang sih mereka diajarin buat ga mukul di organ vital. Tapi tetap aja yang namanya dipukul ya sakit," katanya.
 
Ia mengungkapkan, yang sering kejadian adalah salah mukul atau tendang dan kena ulu hati. Kalau sudah seperti ini, yang kena bakal sesak nafas. Dan cara menyembuhkannya dengan disuruh kayang.
 
Pada tahun kedua, lanjut dia, pengurus asrama sudah lepas tangan. Jika terkena masalah sama kelas 6 harus diurus sendiri. 
 
"Ini lebih sadis soalnya kelas 6 punya ruangan sendiri sendiri dan bisa seenak jidatnya di ruangan mereka. Meskipun jenis hukumannya sama, cuma lebih parah aja caranya," ujarnya.
 
Ia mengaku pernah mendapat hukuman yang tak wajar saat menjabat sebagai sekretaris.
 
"Pernah jam 12 malam disuruh ke rooftop karena saat itu aku belum menyelesaikan laporan pertanggung jawaban (lpj) kegiatan," tulisnya.
 
Di sana ia dihajar habis-habisan. Mulai menggunakan tongkat pramuka, rantai kecil, rantai besar, kabel segala ukuran, hingga kawat.
 
Ia pun mengaku sempat tidak bisa berjalan karena perlakuan tersebut.
 
Selain itu, santri di sana juga sering mendapat hukuman harian seperti disuruh pushup di lapangan yang panas, lari tanpa alas kaki, squat jump, guling-guling, dan masih banyak yang lainnya. Itu terjadi bila berurusan dengan  anak kelas 6.
 
"ada kejadian anak disuruh squat jump ratusan kali terus gegara itu dia lumpuh," ujarnya.
 
Masih ada banyak perlakuan yang tidak manusiawi yang ia ceritakan. Menurutnya, tamparan, pukulan, tendangan sudah menjadi makanan sehari-hari para santri. 
 
Ia pun mengungkapkan alasan kenapa ia keluar dari pondok. 
 
Bukan perkara kekerasan, namun ia keluar karena tidak sependapat dengan prinsip-prinsip dari pondok.
 
"jadi meskipun udah biasa dengan kekerasan itu ya aku tetap menolak itu untuk dibenarkan," ujarnya.
 
Selain itu juga ada doktrin jika kehidupan di luar pondok sudah kacau balau. Para santri pun diminta untuk bersyukur karena berada di dalam pondok.
 
Kontributor : Fisca Tanjung
Sumber: SuaraJatim.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pimpinan Ponpes Gontor Takziyah ke Makam Albar Mahdi, Santri yang Meninggal Karena Dianiaya

Pimpinan Ponpes Gontor Takziyah ke Makam Albar Mahdi, Santri yang Meninggal Karena Dianiaya

Selebtek | Jum'at, 09 September 2022 | 17:34 WIB

Selain akan Kawal Kasus Santri Tewas di Ponpes Gontor, KPAI Juga Beberkan Hal ini

Selain akan Kawal Kasus Santri Tewas di Ponpes Gontor, KPAI Juga Beberkan Hal ini

Sumedang | Jum'at, 09 September 2022 | 15:50 WIB

Anak Soimah Tewas di Pesantren Gontor

Anak Soimah Tewas di Pesantren Gontor

Selebtek | Jum'at, 09 September 2022 | 15:13 WIB

Kemenag Kirim Tim Khusus ke Ponpes Gontor dan Cabangnya, Buntut Santri Meninggal Dianiaya

Kemenag Kirim Tim Khusus ke Ponpes Gontor dan Cabangnya, Buntut Santri Meninggal Dianiaya

Jatim | Jum'at, 09 September 2022 | 12:53 WIB

Terkini

Daftar Lima Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia

Daftar Lima Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Danamon Rayakan Semarak HUT ke-81 RI dengan Beragam Promo dari Merchant Favorit

Danamon Rayakan Semarak HUT ke-81 RI dengan Beragam Promo dari Merchant Favorit

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Dua Alumni MasterChef Indonesia Menyusuri Cerita di Balik Kuliner Daerah

Dua Alumni MasterChef Indonesia Menyusuri Cerita di Balik Kuliner Daerah

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor

Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Apakah Parfum Wardah Tahan Lama? Ini 3 Varian dengan Aroma Paling Awet

Apakah Parfum Wardah Tahan Lama? Ini 3 Varian dengan Aroma Paling Awet

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Upacara di Istana Negara Pakai Baju Apa? Ini Ketentuan Pakaian HUT RI ke-81 2026

Upacara di Istana Negara Pakai Baju Apa? Ini Ketentuan Pakaian HUT RI ke-81 2026

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Prabowo Larang Siswa SD Pacaran, Syarat 'Sabuk Hitam' Bikin Sidang DPR Pecah Tawa

Prabowo Larang Siswa SD Pacaran, Syarat 'Sabuk Hitam' Bikin Sidang DPR Pecah Tawa

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Prabowo Akui Birokrasi Berbelit dan Oknum Pejabat Korup Masih Jadi Masalah Utama Bangsa

Prabowo Akui Birokrasi Berbelit dan Oknum Pejabat Korup Masih Jadi Masalah Utama Bangsa

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Menjaga Laut, Garam, dan Tradisi Desa Les di Tengah Modernitas

Menjaga Laut, Garam, dan Tradisi Desa Les di Tengah Modernitas

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Link Download Pedoman Upacara HUT RI ke-81 untuk Acara 17 Agustus 2026

Link Download Pedoman Upacara HUT RI ke-81 untuk Acara 17 Agustus 2026

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:07 WIB

×