SuaraTasikmalaya.id - Ada fakta mengejutkan dimana asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi disebut-sebut yang membersihkan darah Brigadir J.
Setelah Bharada E menembak Brigadir J, dirinya langsung menjauh dari TKP lantaran syok usai melakukan penembakan.
Bharada E juga diakui kuasa hukumnya, Ronny Talapessy, mengaku tidak melihat siapa yang membersihkan genangan darah Brigadir J.
Saat itu yang ada di TKP hanya ART Ferdy Sambo, jika bukan Susi berarti Kuat Ma'ruf.
Ronny Talapessy mengatakan, Bharada E tidak melihat pembersihan genangan darah Brigadir J.
![Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi. [dok polri]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2022/09/21/1-ferdy-sambo-bersama-istri-putri-candrawathi.jpeg)
Ronny Talapessy mengatakan, Bharada E tidak melihat proses pembersihan darah Brigadir J setelah dieksekusi olehnya.
Setelah menembak, Bharada E langsung menjauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara tubuh Brigadir J terkapar, yang kemudian diikuti dengan darah yang menggenang.
"Klien saya (Bharada E) enggak lihat (pembersihan darah)," kata Ronny seperti dikutip di acara TVOne.
Baca Juga: Masih Misterius, Kenapa Bupati Purwakarta Gugat Cerai Dedi Mulyadi?
Kemudian kata Ronny Talapessy, proses pembersihan darah Brigadir J diduga dilakukan satu di antara asisten rumah tangga (ART) atas perintah Irjen Ferdy Sambo.
Dikatakan Ronny Talapessy, ketika itu Bharada E terkejut setelah mengetahui Brigadir J tewas.
Dia mengatakan, kliennya tersebut tidak mengetahui adanya proses pembersihan darah Brigadir J.
"Kan, dia (Bharada E) syok waktu itu. Jadi enggak lihat," jelasnya.
Seperti diketahui dalam kasus dugaan pembunuhan berencana ada lima tersangka yang sudah ditetapkan.
Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, Kuat Ma'ruf dan Bripka RR.