Bahkan kebiasaan Najwa Shihab yang dinilai negatif adalah seringkali memotong saat narasumber sedang menjelaskan jawaban.
Belum lagi gaya interview Najwa Shihab malah berubah menjadi seakan tegang.
Hal itulah yang membuat narasumber seperti bertemu dengan penyidik KPK ataupun kepolisian.
Bukan itu saja, dia menilai jika presenter dan jurnalis cantik kerap memamerkan kesimpulan sendiri, bahkan sebelum acara dimulai.
“Gilanya lagi Najwa sudah punya kesimpulan sebelum acara,” kata dia lagi.
Atas gaya Najwa Shihab itu, dia yakin investor dari acaranya tak suka dengan cara pembawaan acara.
Najwa Shihab bahkan dikatakannya keras kepala sehingga membuat rating acaranya turun.
“Jurnalisme itu gak harus dengan muka tegang dan sangat serius, Najwa kehilangan semuanya, sekali lagi dia batu,” ujar @kurawa.
Rupanya apa yang dialami Najwa Shihab usai mengkritik Polri, dinyatakan sebagai fenomena yang nyata terjadi di Indonesia.
Mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpendapat, Najwa Shihab seorang profesional.
Dia mampu menjalankan pekerjaan dalam profesinya yang sangat dicintai, konsisten, passionate, serta berdedikasi.
Hal itu kata Susi malah menjadi identitas berbalut prinsip dan integritasnya.
“Anda itu ada apa dan kenapa? Nana @NajwaShihab adalah seorang profesional di profesinya. Seseorang disebut profesional dalam profesinya apabila dia mencintai, konsisten, passionate, memberikan dedikasi dengan semua prinsip dan integritasnya. Sebagai sesama wanita I stand for Najwa,” kata Susi Pudjiastuti.