Selain aksi masuk lapangan, suporter juga diduga melakukan perusakan kendaraan yang ada di Stadion Kanjuruhan.
Paling banyak dikatakan Nico adalah menyasar kendaraan dinas Polisi.
"Kendaraan yang rusak diserang (suporter) berjumlah 13 mobil rusak, 10 di antaranya mobil dinas Polri. Sisanya mobil pribadi," ucap Nico.
Nico mengakui dari 40 ribu penonton yang hadir, tidak semuanya melakukan tindak anarkis dan kecewa.
"Hanya sebagian 3000-an yang turun ke lapangan sedangkan yang lain tetap di tribun stadion," kata dia.
Nico menjelaskan, polisi terpaksa melepas tembakan gas air mata untuk menghalau suporter masuk lapangan.
"Semua ini (penembakan gas air mata) ada sebab akibatnya," kata dia.
"Kami akan menindaklanjuti dan sekali lagi kami mengucapkan belasungkawa kita akan melakukan langkah-langkah agar tidak terjadi tragedi lagi," tutupnya.