SuaraTasikmalaya.id – Menjadi publik figur yang dikenal kontroversi, Nikita Mirzani rupanya pernah memiliki pengalaman yang tidak baik dengan netizen.
Dia sampai melebar rumah netizen yang kedapatan menyerempet komen soal anak Nikita Mirzani.
Tak tanggung-tanggung, Nikita Mirzani sampai memburu para netizen meski ada di ujung Sukabumi dan Jawa Tengah.
Kemarahan Nikita Mirzani sampai tak bisa terbendung lagi setelah bertemu netizen yang menyerang anaknya di media sosial.
Apa yang dilakukan Nikita Mirzani ini ternyata bukan sekali atau dua kali, tapi cukup sering.
Bahkan Nikita Mirzani mengaku sampai tiga kali mendatangi rumah untuk melabrak langsung netizen yang dinilainya membully dengan bahasa yang keterlaluan dan kasar pada sang anak.
Saat ditemui di rumahnya, sang netizen kata Nikita Mirzani hanya mampu nangis dan meminta maaf.
"Gua pernah samperin ke rumahnya, biasalah kalau disamperin minta maaf dan nangis, mereka (netizen) berani di belakang tapi kalau disamperin gak berani," ucap Nikita Mirzani menceritakan pengalamannya dalam sebuah tayangan di akun OPRA Entertainment, dikutip pada Minggu (9/10).
Nikita Mirzani secara blak-blakan menyebut ada tiga netizen yang sampai rumahnya didatangi.
"Gua sudah dua sampai tiga orang disamperin ada yang di daerah Jawa Timur, ada perbatasan Sukabumi," jelasnya.
Namun, diakui Nikita Mirzani untuk saat ini harus berpikir beberapa kali untuk melakukan hal sama seperti di masa lalu.
Nikita Mirzani mengatakan, jika dirinya sekarang sebagai anggota organiasai yang anggotanya tersebar.
Dia mengatakan harus lebih menahan diri jika ada kejadian serupa menimpanya kembali.
"Tapi sekarang karena gua sudah masuk salahsatu organisasi, tiap ada live di tiktok instagram, tolong dicek kalau ada yang bullying parah banget ke anak gua," katanya.
"Tolong dicapture, cari tahu alamatnya, biar pada tahu akibatnya, karena udah ngataain anak gua," jelasnya.
Bagi Nikita Mirzani tidak mempermasalahkan jika yang diserang adalah dirinya.
Akan tetapi jika sudah berani menyentuh anaknya, Nikita Mirzani tak akan kasih ampun. (*)