Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

M Nurhadi

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
Ilustrasi pump jack di kilang di Kansas, USA [Unsplash/Jack W]
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz guna merespons potensi kesepakatan damai.
  • Harga minyak Brent dan WTI turun selama dua hari perdagangan berturut-turut pada 6 Mei 2026 akibat sentimen de-eskalasi konflik.
  • Penurunan harga minyak dunia tertahan oleh data cadangan Amerika Serikat yang merosot tajam selama tiga pekan terakhir.

Suara.com - Sentimen pasar komoditas energi global mengalami perubahan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan adanya peluang kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan militer dengan Iran.

Kabar ini langsung memicu penurunan harga minyak mentah dunia selama dua hari berturut-turut pada perdagangan Rabu (6/5/2026), seiring dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah yang sempat tertahan dapat segera kembali mengalir normal.

Koreksi Harga Brent dan WTI di Pasar Internasional

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu pagi, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar US$1,89 atau sekitar 1,7 persen ke level US$107,98 per barel.

Koreksi ini melanjutkan tren pelemahan setelah pada sesi perdagangan hari sebelumnya komoditas acuan global tersebut sempat anjlok hingga 4 persen.

Kondisi serupa juga membayangi minyak mentah pasaran Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI). Harga minyak WTI terpantau melemah US$1,83 atau sekitar 1,8 persen ke posisi US$100,44 per barel. Penurunan ini memperpanjang catatan koreksi WTI yang pada hari sebelumnya ditutup melemah 3,9 persen.

Walaupun mengalami penurunan, para pelaku pasar mencatat bahwa posisi harga kedua jenis minyak tersebut masih berada di atas level psikologis US$100 per barel akibat ketidakpastian riil yang masih membayangi pasar keuangan.

Penurunan harga komoditas cair ini dipicu oleh pernyataan mengejutkan dari Donald Trump pada Selasa waktu setempat.

Melalui akun media sosial pribadinya, Trump mengumumkan keputusan untuk menghentikan sementara waktu operasi militer pengawalan kapal komersial yang dinamakan "Project Freedom" di kawasan Selat Hormuz.

baca juga

Langkah ini diambil menyusul adanya klaim kemajuan positif dalam penyusunan draf kesepakatan komprehensif dengan pihak Teheran.

"Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan ... akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani atau tidak," tulis Trump dalam unggahannya.

Meskipun operasi pengawalan kapal ditundaskan sementara untuk memberikan ruang bagi diplomasi, Trump menegaskan bahwa blokade militer oleh Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran akan tetap diberlakukan secara penuh.

Pengumuman sepihak dari Gedung Putih ini dirilis hanya beberapa jam setelah Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, memberikan pengarahan kepada media mengenai strategi pengawalan kapal-kapal tanker yang sempat terjebak di selat strategis tersebut.

Donald Trump [The White House]
Donald Trump [The White House]

Sebelumnya pada hari Senin, militer AS melaporkan telah menghancurkan beberapa kapal kecil, rudal jelajah, dan drone milik Iran saat mengawal dua kapal komersial keluar dari kawasan Teluk. Hingga saat ini, pihak otoritas di Teheran belum memberikan respons resmi terkait klaim kemajuan kesepakatan damai tersebut.

Penutupan dan hambatan logistik di Selat Hormuz sebelumnya telah memaksa harga minyak Brent melonjak tajam pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi sejak Maret 2022. Selat ini merupakan jalur logistik paling krusial bagi distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara produsen di Teluk Persia menuju pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan

Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:19 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Sawit Melimpah, Minyak Mahal: Ada Apa dengan Logika Kita?

Sawit Melimpah, Minyak Mahal: Ada Apa dengan Logika Kita?

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:17 WIB

Terkini

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

×