SuaraTasikmalaya.id- Masjid Al Jabbar yang sejatinya adalah kebanggan warga Jawa Barat ternyata mulai diusik orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan Urang Jabar.
Kritikus soal dana pembangunan Masjid Al Jabaar yang berlokasi di kawasan Bandung Timur ini ternyata adalah buzer-buzer yang pengen cari perhatian, ini diungkapkan Erick 'Barry' pemeran sinetron preman pensiun.
Bukan hanya warga Bandung saja yang mulai terusik dengan segelintir orang yang mengusik Masjid A Jabbar. Tapi orang nomor satu Jabar yang selama ini masih diam.
Kali ini Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil bicara meluruskan soal dana Rp 15 milar untuk konten Masjid Al Jabbar. Kang Emil mengaku merasa telah dirugikan karena narasi 'konten' tersebut.
"Jadi itu tuh konten museum bukan konten medsos. Makanya saya minta media tanya dulu. Ada berita jangan di posting dulu, pasti na riuh, kami dirugikan karena tidak benar," kata Gubernur Ridwan Kamil, di Kota Bandung, Kamis.
Yang benar kata Emil di kawasan Masjid Al Jabbar bakal ada sebuah meseum di lantai dasar Masjid Al Jabbar. Museumnya semuanya memakai teknologi digital.
"Dan yang benar itu di bawah Al Jabbar ada museum, digital semua biayanya masuk ke situ. bukan mau mempromosikan Masjid Al Jabbar. Saya juga 'apal atuh, murah ari konten medsos mah'," kata dia.
Terkait dengan sorotan publik terhadap nilai anggaran Konten Masjid Al Jabbar, sebesar Rp15 miliar, Gubernur Ridwan Kamil memastikan ada aturan standar untuk penggunaan uang negara.
Dia mengatakan penggunaan anggaran negara sudah diatur sedemikian rupa termasuk untuk standar harga item yang dibutuhkan.
"Jadi di dalam belanja negara ada standarnya, kalau akang orang private, belanja enggak ada batasnya. Kalau di negara ada batasnya. Ini lantai, enggak boleh mahal-mahal," kata dia.
"Karena ada panduannya belanja negara maksimal. Jadi kalau dibilang mahal tidak mahal. Berapa jumlah konten si museum jangan-jangan banyak, jangan kemurahan," kata Ridwan Kamil.
Proyek pembuatan Konten Museum Masjid Al Jabbar sendiri dilaksanakan oleh PT Sembilan Matahari. (*)
Sumber; suara.com