"Jadi kita nilai yang pertama, pikiran tentang childfree itu atau keinginan tidak memiliki keturunan dalam berumah tangga adalah sebuah pemikiran yang menyalahi fitrah, dalam kehidupan berumah tangga khususnya," kata Ustadz Adi Hidayat.
Namun, karena ini adalah sebuah pemikiran, pilihan, dan hak yang tidak melanggar hukum positif atau tidak kriminal, mereka juga tidak bisa disalahkah.
Tapi, apa yang ditampilkan di masyarakat sekarang, di antara harapan menjalani sebuah rumah tangga dan tidak ingin punya anak, adalah pemikiran yang menyimpang dari fitrah dan tidak layak ditiru.
Ustadz Adi Hidayat pun menyampaikan pesan agar kita tidak harus mencampuri urusan seseorang yang memiliki pemikiran semacam itu.
Agar semuanya tidak menjadi beban, bahkan sampai memikirkan hal tersebut.
"Kondisi satu orang tidak harus mewakili psikologi banyak orang kan, yang punya persoalan Anda, yang sibuk Anda, yang punya masalah Anda, kenapa kami yang harus tanggung beban Anda," kata Ustadz Adi Hidayat.
Bahkan hal yang paling penting, Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar tidak selalu mengumbar persoalan pribadi ke publik, sehingga tidak menjadi gaduh dan ramai.
“Jadi Anda punya persoalan sendiri dan kemudian persoalan itu Anda alami bersama pasangan Anda, ya Anda tidak harus mengklarifikasi atau menggeneralisasi persoalan Anda. Sehingga orang lain harus ikutan seperti Anda," kata Ustadz Adi Hidayat.(*)