SuaraTasikmalaya -Tasik dulu dikenal sebagai gudangnya penyanyi dangdut. Sebut saja ada H Rhoma Irama si Raja Dangdut, Evi Tamala, Itje Trisnawati, Alam, Vety Vera, Cucu Cahyati dan lain-lain.
Orang Tasik yang pertama kali memelopori Dangdut adalah Oma Irama yang berganti dengan Rhoma Irama. Dia adalah seniman yang fenomenal. Bersama grup Soneta tahun (1975) dia mampu membuat orang tercengang.
Lagu “Begadang” yang fenomenal itu mengantarkan puncak popularitas Rhoma Irama. Dan seniman Tasikmalaya pun berjaya.
Setelah Rhoma Irama, maka bermunculan sederet bintang di panggung musik dangdut. Memang Rhoma Irama mengaku tak fasih lagi ngomong Bahasa Sunda karena besar di Jakarta
“Saya lahir di Tasikmalaya, tetapi besar di Jakarta! Jadi saya tidak fasih lagi bahasa Sunda…” ungkapnya saat pentas di Tasikmalaya.
Setela H Rhoma Irama lalu muncul Itje Trisnawati. Masih ingat lagu “Duh Engkang’ (1985) karya Muchtar B lagu tersebut sempat meledak di pasaran bahkan konon keuntungan dari penjualan album itu Itje bisa membangun sebuah masjid di Jamanis. sampai saat ini masjid Baiturahman lebih dikenal dengan masjid Itje.
Itje justru merintis karier dangdut dari panggung ke panggung hiburan di Tasikmalaya. Reputasinya berkilat setelah menikah dengan (alm) Eddy Soed, pelawak kondang dari grup “Kwartet Jaya” pimpinan Bing Slamet (almarhum). Sejumlah hits menarik lainnya mengalir seperti “Stop Pacaran”, “’Nggak Lagi-Lagi” serta “Dibelai-Belai”. Kejayaan Itje Trisnawati kemudian memunculkan artis pendatang baru lainnya dari Tasikmalaya.
Dan munculah Vetty Vera. Masih ingat kan lagu Si Ujang” dan “Pilih Yang Mana”. Secepat itu pamor Vetty meroket, dengan gaya pentasnya yang spesifik! Gaya balet diadopsi ke dalam dangdut. Selanjutnya muncul Alam
adik kandungnya. Pendendang “Mbah Dukun” karya Endang Kurnia ini, mampu meramu aksi Michael Jackson! Sungguh membanggakan. Sebenarnya Itje Tresnawaty, Vetty Vera dan Alam adalah sama-sama dalam satu grup orkes Melayu Sinar Fajar.
Baca Juga: Ciee..! Prabowo dan Khofifah Dinner Bareng di Surabaya, Bahas Pilpres Kah?
Dibalik keberhasilan Alam, Vety Vera dan Itje ada H Iing Ibrahim – ayah Vetty Vera dan Alam, pernah lama membina karier Itje Tresnawaty. “Waktu itu saya aktif sebagai pemain musik, dan memimpin orkes dangdut ‘Sinar Fajar’”
Dan warna musik dangdut baru pun muncul dengan kelahiran Evy Tamala sang penembang sendu “Selamat Malam”, hingga Cucu Cahyati.
Namun Evy Tamala yang melesatkan lagu ceria “Dokter Cintaku”, dan sejumlah lagu karya Muchtar B, seakan kehilangan ruh-nya, setelah tergoda berkiblat pada bangunan lagu “Selamat Malam” karya ciptanya.
Terlepas dari itu, sukses Rhoma Irama, Itje Tresnawaty, Vetty Vera, Alam dan Evy Tamala, menguatkan pengakuan atas kekuatan keartisan musik dendang dari Tasimalaya.
Belum terhitung lagi dengan Citty, dari Singaparna, pendukung “Manis Manja Group”, Delsy Machdar serta sebaris penyanyi dangdut asal Tasikmalaya lainnya. ()*