SuaraTasikmalaya.id - Newcastle Sang Penyelamat?
Sempat menganggur 2 bulan tanpa klub, bak mendapat pencerahan, Karius mendapat tawaran gabung dari Newcastle, klub kaya baru di Premier League.
September 2022 ia meneken kontrak 3 bulan dengan The Magpies yang saat itu tengah krisis kiper.
Beruntung, kontraknya diperpanjang pada Januari 2023 lalu hingga akhir musim ini.
Jelang final Carabao Cup, skenario berubah untuk Newcastle. Kiper utama Nick Pope kena skorsing kartu merah saat melawan Liverpool di liga.
Lagi-lagi ada nama Liverpool. The Reds seolah memberikan jalan sekali lagi bagi Loris Karius untuk kembali bersinar. Kali ini di bawah panji Newcastle.
Saatnya Menulis Ulang Sejarah
Menghadapi Manchester United di final EFL Cup, Newcastle tak punya pilihan lain selain menurunkan Karius sebagai kiper utama.
Martin Dubravka tak bisa dimainkan, karena kiper asal Slovakia itu sudah pernah berlaga di Carabao Cup kala dipinjam MU setengah musim kemarin.
Lalu Karl Darlow juga tengah dipinjamkan. Cadangan tersisa hanya Karius dan Mark Gillespie di pos kiper milik Newcastle.
Jika benar Karius dimainkan di partai lawan MU, itu akan jadi laga pertamanya setelah 728 hari menganggur alias tak bermain (!).
Dua tahun lamanya sang Lord tak berada di level kompetitif sebagai kiper profesional.
Apakah Newcastle tengah bercanda atau memang tak ada pilihan lain? Manajer Eddie Howe pun memberikan alasannya, seperti dikutip dari Instagram @brfootball (25/02/23).
“Karius bisa menulis ulang sejarahnya sendiri, siapa yang tahu nasib orang kan?” sesimpel itu mantan pelatih Bournemouth itu menilai Karius.
Nah, kita lihat seperti apa Lord Loris Karius di final Carabao Cup nanti.
Apakah final yang satu ini akan menulis ulang sejarahnya?
Ataukah justru jadi final seperti di Kyiv lawan Madrid, momentum ‘pembunuh karier’ yang kedua baginya? (*)