SuaraTasikmalaya.id – Menurut sumber informasi Wikipedia.org, Associazione Calcio Milan atau biasa disebut dengan nama AC Milan merupakan sebuah klub sepakbola yang berbasis di Kota Milan, Italia.
Klub ini didirikan pada 1899 oleh dua orang ekspatriat asal Inggris bernama Alfred Edwards dan Albert Kilpin.
AC Milan adalah klub tersukses keempat di dunia sepakbola dalam hal jumlah piala internasional bersama Boca Juniors, dengan raihan 18 gelar resmi di bawah Real Madrid dan Barcelona.
Sudah menjadi hal biasa, apabila ada sebuah klub sepakbola, pasti tidak akan jauh dari para pendukungnya. Begitu pula dengan AC Milan.
Klub yang bermarkas di Stadion San Siro ini memiliki supporter fanatik dan loyal bernama Milanisti.
Dilansir dari kanal YouTube Epic Football pada Senin (11/10/2021), Milanisti tidak hanya berada di Italia, tetapi sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia dengan jumlah pendukung sebanyak 18,4 juta orang.
Sementara itu, penggemar AC Milan di Italia terbagi dalam dua organisasi besar, seperti Fossa Dei Leoni (FDL) dan Brigade Rossoneri.
Selain itu, ada pula grup-grup kecil pendukungnya bernama Alternativa, Panthers Milan, Torcida Rossonera, dan lain-lain.
Para basis supporter AC Milan tersebut biasanya menempati tribun selatan Sektor 17 di Stadion San Siro, markas AC Milan. Pemimpinnya bernama Giancarlo Carpelli yang dijuluki “Il Barone”.
Apabila membahas kelompok supporter garis keras, tentunya pernah mendengar nama Fossa Dei Leoni (FDL).
Ya, kelompok supporter AC Milan yang lahir pada 1968 di Kota Milan, Italia ini awalnya merupakan kelompok pendukung berusia muda yang biasa hadir menempati Sektor 18 Stadion San Siro saat pertandingan AC Milan berlangsung.
FDL merupakan kelompok supporter AC Milan yang berhaluan kiri dan tak jarang selalu memiliki konflik dengan pihak kepolisian di setiap pertandingan yang dilakoni AC Milan .
Namun, setelah eksis lebih dari 37 tahun, FDL resmi bubar pada 17 November 2005 akibat adanya gesekan internal dengan dua kelompok supporter AC Milan lainnya yang berhaluan kanan.
Setelah FDL resmi bubar, Ultras Merah Hitam ini kemudian membentuk komunitas baru dengan nama Ultras Curva Sud Milano pada 31 Desember 2005, yang sebagian anggotanya merupakan mantan anggota FDL.
Sampai saat ini, Curva Sud Milano masih setia mendukung AC Milan di manapun bertanding. (*)