"Namun kami merasa peraturan tersebut mendeskriminasi kami sebagai warga negara naturalisasi," ujar Klok.
Kata Klok, mereka memilih Indonesia karena mencintai negara ini dan berkomitmen untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola Indonesia.
"Kami harap Liga yang ramah bagi semua pemain, terlepas dari asal mereka dan latar belakang mereka," tegas Klok.
Hem, bagaimana ini Pak Erick? (*)