2. Mengurangi gerakan pada lambung dan usus
Orang-orang yang berpuasa hanya makan pada saat sahur dan berbuka. Ternyata, berkurangnya waktu makan dapat menurunkan pergerakan dalam lambung dan usus.
Hal tersebut secara tidak langsung memangkas kemungkinan terjadinya gesekan yang menimbulkan luka. Sehingga lambung dan usus pun dapat memulihkan diri sekaligus beristirahat.
3. Dapat meredakan stres dan tekanan mental lainnya
Satu di antara pemicu kenaikan asam lambung yang tidak diketahui banyak orang adalah mudah stres atau terserang tekanan mental lainnya.
Ketika berpuasa, kemungkinan seseorang mengalami stres akan berkurang mengingat selama beberapa jam perut dalam kondisi kosong.
Akibatnya, pikiran hanya terfokus pada lapar dan haus, sehingga stres teralihkan.
Ketiga manfaat di atas akan terasa jika kita bisa mengimbangi pola makan selama puasa di bulan Ramadhan.(*)