SUARA TASIKMALAYA - Seperti tim-tim lainnya, Persib Bandung baru saja mengakhiri BRI Liga 1 musim 2022. Namun sayangnya banyak kegagalan diraih tim terbesar di Indonesia ini di musim ini.
Berikut 6 kegagalan Persib Bandung di BRI Liga 1 musim 2022/2023.
1. Persib gagal meraih gelar juara
Hampir semua tim gagal meraih gelar juara sebab hanya satu tim yang kampiun yakni PSM Makassar. Namun Persib sempat dalam beberapa pekan di akhir putaran pertama dan awal putaran kedua berada di papan atas bahkan pernah memuncaki klasemen.
Persib semula bersaing ketat dengan PSM, Persija dan Bali United di persaingan pimpinan klasemen, namun saat kompetisi mendekati akhir, Maung kehilangan gigi dan berubah menjadi meong yang ompong.
Perburuan gelar juara pun makin sulit dan akhirnya mimpi pun sirna.
2. Gagal Runner Up
Jika saja posisi runner up tidak menjanjikan kesempatan go internasional, maka publik bola tanah air tak tertarik dengan perbincangan posisi runner up.
Musim ini setelah gagal juara, Persib gagal pula meraih posisi runner up, padahal sudah di depan mata.
Baca Juga: Begini Komentar Luis Milla usai Laga Persib vs Persikabo, Milla akan Berhenti?
Dalam perebutan posisi kedua ini, Persib lebih sering berada di atas Persija, namun di akhir musim Persija unggul dan menyabet posisi tersebut. Para Bobotoh pun gigit jari.
3. Gagal ke Champhion Asia dan AFC
Karena gagal juara dan runner up Liga 1, maka praktis Persib pun gagal ke Liga Champions Asia dan AFC Cup.
4. Gagal Top Skor
Sama hal dengan dengan gagal juara dan runner up, dengan tragis bomber Persib David da silva pun harus gagal meraih top skor Liga 1 musim ini.
David kalah 1 gol dari M. Pato dari Borneo, padahal sang predator asal Brasil itu lebih sering memimpin top skor dan sempat unggul jauh dari para pesaing terdekatnya termasuk Pato.
5. Gagal Menjaga Performa Menjanjikan untuk Musim 2023
Seiring dengan kegagalan juara dan runner up, di bawah asuhan pelatih Luis Milla, Persib juga gagal menjaga performa bagus tim. Padahal di awal kedatangan Luis Milla tim ini perkasa dengan 15 laga tanpa kekalahan.
Mendekati akhir Liga1, Persib ambruk dan kehilangan performa itu. Menatap musim baru, performa Persib tak lagi menjanjikan.
Tentu menjadi pe-er besar bagi pelatih dan manajemen bagaimana membangun lagi tim yang menjanjikan prestasi lebih bagus di musim 2023.
![Suasana di Stadion GBLA pasca pertandingan Persib Bandung vs Persikabo 1973 pada Sabtu, (15/4/2023). [(Republik Bobotoh)]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2023/04/16/1-suasana-pasca-pertandingan-persib-bandung-vs-persikabo-1973.png)
6. Gagal Memberikan Kado Indah buat Bobotoh dan I Made Wirawan
Terakhir, dari semua itu, Persib Bandung gagal memberikan kado indah buat para Bobotoh dan I Made Wiraran.
Mestinya di laga terakhir Bobotoh dibuat tersenyum dengan kemenangan dan I Made Wirawan yang menyatakan pensiun lega dan punya kenangan indah dengan kemenangan terakhir. Bukan kekalahan terakhir saat ia akan berhenti membela Persib.
"Nepika ayeuna ahirna memilih mengahiri karirna di Persib. Ngan hanjakal hampura bli, perpisahan tidak seindah yang diharapkan. Tapi legenda tetaplah legenda, nama dan dedikasinya akan selalu diingat dan diceritakan dari generasi ke generasi. Hatur nuhun, I Made Wirawan!" ujar Bobotoh mencoba kuat.
Maka, Bobotoh justru menyalakan kembang api dan flare justru seolah merayakan kemenangan tim tamu, bukan untuk Persib dan I Made Wirawan.
"Bobotoh sedang merayakan kemenangan Persikabo 1973 di GBLA," tutur seorang warganet di jagat Twitter. (*)