5. Gagal Menjaga Performa Menjanjikan untuk Musim 2023
Seiring dengan kegagalan juara dan runner up, di bawah asuhan pelatih Luis Milla, Persib juga gagal menjaga performa bagus tim. Padahal di awal kedatangan Luis Milla tim ini perkasa dengan 15 laga tanpa kekalahan.
Mendekati akhir Liga1, Persib ambruk dan kehilangan performa itu. Menatap musim baru, performa Persib tak lagi menjanjikan.
Tentu menjadi pe-er besar bagi pelatih dan manajemen bagaimana membangun lagi tim yang menjanjikan prestasi lebih bagus di musim 2023.
![Suasana di Stadion GBLA pasca pertandingan Persib Bandung vs Persikabo 1973 pada Sabtu, (15/4/2023). [(Republik Bobotoh)]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2023/04/16/1-suasana-pasca-pertandingan-persib-bandung-vs-persikabo-1973.png)
6. Gagal Memberikan Kado Indah buat Bobotoh dan I Made Wirawan
Terakhir, dari semua itu, Persib Bandung gagal memberikan kado indah buat para Bobotoh dan I Made Wiraran.
Mestinya di laga terakhir Bobotoh dibuat tersenyum dengan kemenangan dan I Made Wirawan yang menyatakan pensiun lega dan punya kenangan indah dengan kemenangan terakhir. Bukan kekalahan terakhir saat ia akan berhenti membela Persib.
"Nepika ayeuna ahirna memilih mengahiri karirna di Persib. Ngan hanjakal hampura bli, perpisahan tidak seindah yang diharapkan. Tapi legenda tetaplah legenda, nama dan dedikasinya akan selalu diingat dan diceritakan dari generasi ke generasi. Hatur nuhun, I Made Wirawan!" ujar Bobotoh mencoba kuat.
Maka, Bobotoh justru menyalakan kembang api dan flare justru seolah merayakan kemenangan tim tamu, bukan untuk Persib dan I Made Wirawan.
"Bobotoh sedang merayakan kemenangan Persikabo 1973 di GBLA," tutur seorang warganet di jagat Twitter. (*)