Buya Yahya Beberkan Cara Merayakan Hari Kartini yang Sesuai dengan Syariat Islam

tasikmalaya Suara.Com
Jum'at, 21 April 2023 | 15:00 WIB
Buya Yahya Beberkan Cara Merayakan Hari Kartini yang Sesuai dengan Syariat Islam
Potret Kartini. Buya Yahya jelaskan cara merayakan hari Kartini yang seuai dengan syariat Islam (suara.com/Istimewa)

SUARA TASIKMALAYA – Di Indonesia, tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan wanita yang lahir di Jepara, pada 21 April 1879, ia dikenal sebagai orang yang menggerakkan serta menyuarakan emansipasi wanita pada masanya. 

Kartini juga merupakan sosok yang membebaskan kaum wanita dari segala bentuk ketidaksetaraan gender. 

Perayaan hari Kartini biasanya diisi dengan berbagai acara yang mengangkat tema Kartini, ada yang mengadakan peragaan busana, melukis, hingga membuat puisi. 

Lantas, bagaimana cara merayakan hari Kartini yang sesuai dengan syariat Islam

Dalam sejarah, Kartini biasanya tampil dengan rambut disanggul, yang juga sering diikuti oleh wanita di Indonesia sebagai bentuk perayaan hari Kartini. 

Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan syariat Islam, di mana perempuan muslim diperintahkan oleh Allah SWT untuk selalu menutup auratnya, termasuk menutup kepada dan rambut mereka dengan hijab. 

Melihat fenomena tersebut, Buya Yahya mengungkapkan bahwa pada dasarnya untuk membangkitkan semangat Kartini, bukan sebatas bagaimana bergaya seperti Kartini, melainkan memiliki semangat yang sama seperti beliau. 

Sebab, Kartini sendiri merupakan seorang wanita solehah, yang ia selalu menjaga dan menutup auratnya. 

Jadi ketika hari Kartini, seorang muslimah cukup melakukan hal-hal yang sebelumnya berusaha diperjuangkan oleh Kartini dan memahami semangat beliau, seperti belajar, membaca, hingga berbagai aktivitas untuk pengembangan diri. 

Baca Juga: Bolehkah Menggunakan Peralatan Makan dari Orang Nonmuslim? Ini Kata Buya Yahya

Kemudian, berbicara tentang emansipasi wanita yang digerakkan oleh Kartini, Buya Yahya berpendapat bahwa emansipasi wanita itu tidak ada dalam agama Islam. 

Karena, sejak dahulu Islam mengajarkan kaumnya untuk selalu memuliakkan wanita, sehingga kedudukan wanita dalam Islam sangatlah tinggi. 

Rasulullah SAW bahkan menjunjung seorang Ibu sebagai sosok paling utama yang harus diperlakukan dengan baik. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI