SUARA TASIKMALAYA - Seorang pria yang dikenal sebagai influencer dan pemilik akun TikTok Car Expert, Hamdan Al Rind, ditahan oleh pihak berwenang di Dubai. Tindakan tersebut dilakukan setelah ia mengunggah sebuah video kontroversial yang menuai kontroversi di media sosial.
Unggahan tersebut dianggap ofensif dan dinilai sebagai bentuk propaganda yang berpotensi mengganggu kepentingan publik dan merusak citra masyarakat Uni Emirat Arab.
Dalam video yang telah dihapus dari akun TikTok Hamdan @car.expert, terlihat pria tersebut datang ke sebuah showroom mobil diiringi oleh dua orang yang diduga sebagai anak buahnya. Kedua orang tersebut membawa sebuah tandu kecil yang di atasnya terdapat bertumpuk-tumpuk uang.
Pria itu kemudian menghadap pemilik showroom dan menanyakan, "Mobil apa yang paling mahal?"
Sebagaimana diketahui, video tersebut menampilkan pria tersebut dengan mudahnya membeli beberapa mobil mewah seolah sedang membeli gorengan.
Aksi tersebut menuai kecaman dari pihak berwenang Dubai karena dianggap merendahkan dan mengolok budaya masyarakat Uni Emirat Arab.
Pihak berwenang Dubai menanggapinya serius dan menganggap video tersebut melanggar hukum dengan menyebarkan propaganda yang bertentangan dengan kepentingan publik. Hamdan Al Rind ditahan untuk dimintai keterangan terkait tujuan dan maksud di balik pembuatan video tersebut.
Meskipun video tersebut telah dihapus dari akun TikTok Hamdan, namun penyebaran ulang video tersebut oleh pengguna lain masih terjadi di berbagai platform media sosial.
Hal ini membuat pihak berwenang harus memantau penyebarannya guna mengendalikan dampak negatif yang mungkin timbul.
Baca Juga: Alami Cedera, Eric THE BOYZ Batal Tampil di Konser ZENERATION Singapura
Dengan demikian, keputusan pihak berwenang Dubai untuk menahan Hamdan Al Rind menjadi peringatan bagi para konten kreator media sosial agar lebih berhati-hati dalam menciptakan dan menyebarkan konten yang berpotensi merusak citra suatu negara atau budaya masyarakat setempat. (*)
Sumber: TikTok/car.expert dan TikTok/lawbyodeh