Keprihatinan Google dengan Rancangan Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas di Indonesia

tasikmalaya | Suara.com

Jum'at, 28 Juli 2023 | 12:10 WIB
Keprihatinan Google dengan Rancangan Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas di Indonesia
Ilustrasi jurnalisme kolaboratif.[Unsplash/Marvin Meyer] (Unsplash/Marvin Meyer)

SUARA TASIKMALAYA - Michaela Browning, Wakil Presiden Urusan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google APAC, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rancangan peraturan presiden (Perpres) terbaru tentang Jurnalisme Berkualitas di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Google APAC menyatakan keprihatinan bahwa peraturan baru ini berpotensi mengancam masa depan media di Indonesia.

"Alih-alih membangun jurnalisme berkualitas, peraturan ini dapat membatasi keberagaman sumber berita bagi publik karena memberikan kekuasaan kepada sebuah lembaga non-pemerintah untuk menentukan konten apa yang boleh muncul online dan penerbit berita mana yang boleh meraih penghasilan dari iklan," terang Google dalam blog resminya, Selasa (25/7/2023).

Dengan demikian, rancangan perpres tersebut membatasi keberagaman sumber berita yang tersedia bagi publik, bukannya meningkatkan kualitas jurnalisme.

Mereka mengkhawatirkan bahwa peraturan ini akan memberikan kekuasaan kepada lembaga non-pemerintah untuk menentukan konten yang diizinkan muncul online dan membatasi penerbit berita yang dapat memperoleh penghasilan dari iklan.

Perusahaan teknologi tersebut menegaskan komitmennya dalam memudahkan akses informasi yang bermanfaat bagi semua orang.

Jika peraturan ini disahkan dalam bentuknya yang sekarang, Google khawatir akan berpengaruh langsung dalam menyediakan sumber informasi online yang relevan, kredibel, dan beragam bagi pengguna produk mereka di Indonesia.

Selain itu, peraturan ini juga berdampak pada upaya Google dalam mendukung industri berita di Indonesia. Pihak Google terpaksa harus mengevaluasi keberlanjutan program-program yang telah berjalan dan mengoperasikan produk berita di negara ini.

Sejak perpres pertama kali diusulkan pada tahun 2021, Google dan YouTube telah berkolaborasi dengan pemerintah, regulator, badan industri, dan asosiasi pers untuk memberikan masukan tentang aspek teknis pemberlakuan peraturan tersebut. Namun, perubahan yang diajukan masih akan berdampak negatif pada ekosistem berita digital secara keseluruhan.

Google menekankan bahwa pengguna, kreator, dan rekan penerbit berita mereka harus memahami bahwa perpres tentang Jurnalisme Berkualitas dalam versi saat ini akan membatasi ketersediaan berita online dan mengancam eksistensi media dan kreator berita.

Dengan pembatasan ini, Google menyatakan bahwa sejumlah kecil penerbit berita tradisional akan diuntungkan, sementara kemampuan mereka untuk menampilkan beragam informasi dari ribuan penerbit kecil di bawah naungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) akan terbatas.

Hal ini akan merugikan masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan berbagai sudut pandang yang netral dan relevan dari internet.

"Masyarakat Indonesia yang ingin tahu berbagai sudut pandang pun akan dirugikan, karena mereka akan menemukan informasi yang mungkin kurang netral dan kurang relevan di internet," terang Google seperti yang dilansir dari suara.com

Lebih lanjut, Google menyoroti kekhawatiran tentang kekuasaan baru yang diberikan kepada lembaga non-pemerintah, khususnya perwakilan Dewan Pers, karena hal ini dapat menguntungkan sejumlah penerbit berita tradisional dengan membatasi konten yang dapat ditampilkan di platform mereka.

Perlu diketahui, Google dan YouTube telah lama mendukung pertumbuhan ekosistem berita digital di Indonesia dan berkomitmen untuk melanjutkannya. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak menampilkan iklan atau memperoleh uang dari Google News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Google Ingatkan Pemerintah, Perpres Baru Tentang Jurnalisme Mengancam Masa Depan Media di Indonesia

Google Ingatkan Pemerintah, Perpres Baru Tentang Jurnalisme Mengancam Masa Depan Media di Indonesia

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Juli 2023 | 07:19 WIB

Google Ancam Keluar dari Indonesia Gara-gara Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas

Google Ancam Keluar dari Indonesia Gara-gara Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas

Jogja | Kamis, 27 Juli 2023 | 23:02 WIB

Google Bongkar Dampak Negatif Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas

Google Bongkar Dampak Negatif Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas

Jawa Tengah | Kamis, 27 Juli 2023 | 22:55 WIB

Kritik Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas, Google: Membatasi Keragaman Sumber Berita Bagi Publik

Kritik Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas, Google: Membatasi Keragaman Sumber Berita Bagi Publik

Jakarta | Kamis, 27 Juli 2023 | 21:00 WIB

Alasan Google Blokir Kanada: Berita di Internet Seharusnya Gratis

Alasan Google Blokir Kanada: Berita di Internet Seharusnya Gratis

Tekno | Kamis, 27 Juli 2023 | 20:08 WIB

Terkini

Qualcomm Rilis Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, HP Mid-Range 2026 Bakal Makin Ngebut

Qualcomm Rilis Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, HP Mid-Range 2026 Bakal Makin Ngebut

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:04 WIB

Eona: Ketika Punggawa Naga Terakhir Menentukan Nasib Sebuah Kekaisaran

Eona: Ketika Punggawa Naga Terakhir Menentukan Nasib Sebuah Kekaisaran

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00 WIB

4 Rekomendasi Cushion untuk Menutup Tanda Lahir, Full Coverage Tahan Seharian

4 Rekomendasi Cushion untuk Menutup Tanda Lahir, Full Coverage Tahan Seharian

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:59 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:52 WIB

Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis

Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:46 WIB

Balita di Langkat Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Ditangkap

Balita di Langkat Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Ditangkap

Sumut | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:44 WIB

Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global

Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!

Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores

Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi

Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35 WIB