SUARA TASIKMALAYA - Kabar tentang mundurnya Korea Utara dari Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 telah mengejutkan dunia sepak bola Asia. Langkah tak terduga ini membuat perubahan dalam format kompetisi dan memicu kekhawatiran di antara peserta, terutama Vietnam.
Dikutip tasikmalaya.suara.com melalui unggahan akun Instagram @theaseanfootball, Korea Utara mengumumkan keputusannya untuk tidak lagi berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Keputusan ini telah mengubah struktur turnamen dan menimbulkan ketidakpastian bagi peserta, termasuk Vietnam.
Meskipun Vietnam dan Korea Utara tidak berada dalam grup yang sama dalam undian, dampak dari mundurnya Korea Utara ini telah menciptakan kekacauan dalam perhitungan hasil turnamen.
Seperti yang diketahui, Vietnam tergabung dalam grup C bersama Singapura, Yaman, dan Guam, sedangkan Korea Utara berada di grup I bersama Australia, Laos, dan Tajikistan.
Dampak utama dari keputusan ini adalah bahwa hasil pertandingan Vietnam U-23 dalam grup C yang terdiri dari 4 tim tidak akan dihitung ketika menentukan tim-tim di dasar klasemen.
Perubahan ini secara tak terduga merubah dinamika persaingan dan menimbulkan kekhawatiran di pihak Vietnam.
Perlu diketahui, kualifikasi Piala Asia U-23 2024 akan melibatkan 42 tim yang dibagi menjadi 11 grup. Tim-tim peserta dijadwalkan akan bertanding dalam sistem round-robin, dengan babak kualifikasi dijadwalkan berlangsung dari 4 hingga 12 September.
Vietnam menjadi salah satu dari 11 negara tuan rumah babak kualifikasi ini, bersama dengan Bahrain, China, Indonesia, Yordania, Korea Selatan, Kuwait, Arab Saudi, Tajikistan, Thailand, dan Uzbekistan.
Baca Juga: Gagal Kudeta Puncak Klasemen BRI Liga 1, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Imbang Borneo FC
Tambahan informasi, dalam mekanisme kompetisi, 11 tim teratas dari masing-masing grup dan 4 tim runner-up terbaik akan mendapatkan tiket untuk bergabung dengan tuan rumah Qatar dalam putaran final Piala Asia U-23 2024.
Dengan demikian informasi mengenai mundurnya Korea Utara dari kompetisi ini telah menciptakan situasi yang tidak terduga dan merubah dinamika persaingan.
Dalam beberapa minggu mendatang, kita akan melihat bagaimana dampak dari perubahan ini terhadap hasil dan perjalanan turnamen bagi seluruh tim yang terlibat, termasuk Vietnam.(*)