Mengapa Ada Orang Tidak Bisa Menikmati Musik?

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 07 Maret 2014 | 22:03 WIB
Mengapa Ada Orang Tidak Bisa Menikmati Musik?
Ilustrasi menikmati musik (Shutterstock)

Suara.com - Nada-nada yang indah rupanya bukan kenikmatan universal. Tidak semua manusia cukup beruntung untuk bisa dipuaskan oleh musik, apa pun jenisnya, demikian hasil sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology edisi 6 Maret.

Meski bisa memuaskan diri dengan cara lain seperti makanan, uang, atau seks, rupanya ada manusia yang tidak bisa merasakan indahnya musik.

Sebelumnya dunia sains telah mengenal amusia, kondisi ketika satu individu tidak bisa menikmati musik, baik karena bawaan dari lahir maupun akibat kecelakaan. Amusia bisa membuat penderitanya tidak bisa menikmati musik seperti orang lain pada umumnya.

Tetapi dalam penelitian terbaru yang digelar ilmuwan dari University of Barcelona, Spanyol ini, para responden yang terlibat sama sekali tidak mengidap amusia.

"Yang kami temukan bahwa ada orang yang memang tidak bisa menikmati musik, tetapi mereka bisa menikmati jenis kesenangan lain," kata Josep Marco-Pallares, pemimpin riset tersebut.

Kondisi ini, oleh para peneliti disebut "specific musical anhedonia" atau ketidakmampuan seseorang untuk merasakan keindahan musik.

Studi itu melibatkan 30 orang yang dipisahkan dalam tiga kelompok. Pertama-tama mereka diminta mendengarkan musik klasik karya Beethoven dan Vivaldi, lalu memberikan nilai yang menggambarkan seberapa besar mereka menikmati musik tersebut.

Setelah memberi penilaian mereka menjalani tes kedua yang disebut monetary-incentive-delay task. Dalam tes itu para peserta eksperimen dihadiahi uang sebesar 20 sen euro sampai 2 euro jika merespon terhadap musik yang mereka dengar.

Kedua tes itu berhubungan dengan reaksi emosional dalam otak. Untuk mengukur respon emosional itu, para peneliti memantau detak jantung dan konduktansi kulit. Normalnya ketika merasakan emosi yang kuat, seseorang akan berkeringat lebih banyak, sehingga meningkatkan konduktansi kulit atau kemampuan kulit menyalurkan listrik.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa para peserta tes tidak punya reaksi emosional terhadap musik yang mereka dengar. Mereka hanya bereaksi terhadap hadiah uang yang ditawarkan dalam tes kedua. Tetapi uniknya mereka tahu apa perasaan apa yang berusaha disampaikan oleh musik tersebut.

Meski demikian, para peneliti tidak mengetahui mengapa para peserta tes itu tidak bisa menikmati keindahan musik. "Tetapi kami tahu mereka bisa menikmati kesenangan yang lain," kata Marco-Pallares. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI