Studi Terbaru: Hobit Flores Bukan Spesies Baru Manusia

Liberty Jemadu

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 11:38 WIB
Studi Terbaru: Hobit Flores Bukan Spesies Baru Manusia
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

Suara.com - Pada Oktober 2004, penggalian sisa tulang belulang di gua purba Liang Bua, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menghasilkan apa yang dijuluki sebagai "penemuan terpenting terkait evolusi manusia dalam 100 tahun terakhir".

Homo floresiensis, yang juga sering disebut manusia hobit dari Flores karena tingginya jauh di bawah manusia normal, diduga sebagai spesies baru yang tidak pernah dikenal sebelumnya dalam sejarah evolusi spesies manusia.

Tetapi sebuah hasil analisis ulang yang hasilnya diterbitkan dalam dua artikel di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 4 Agustus silam menemukan bahwa fosil itu bukanlah spesies manusia baru.

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional yang melibatkan pakar evolusi Amerika Serikat, pakar anatomi dan patologi Australia, serta pakar geologi dan paleoklimatologi Cina menyatakan bahwa fosil Liang Bua itu adalah tulang belulang manusia yang tidak tumbuh secara normal, yang mirip dengan orang yang menderita down syndrome.

Kesimpulan awal yang menghasilkan temuan Homo floresiensis itu sendiri diambil berdasarkan analisis terhadap tengkorak dan tulang paha. Kedua sampel itu kemudian disebut sebagai LB1.

"Sampel tulang dari gua Liang Bua terdiri dari potongan dari beberapa individu. Hanya LB1 yang memiliki tengkorak dan tulang paha dari seluruh sampel itu," jelas Robert B. Eckhardt, pakar evolusi dan perkembangan genetik dari Pennsylvania State University, AS yang terlibat dalam riset itu.

Belum ada penemuan baru lagi di situs Liang Bua sejak penemuan LB1.

Tidak Unik

Adapun analisis awal dari Homo floresiensi fokus pada karakter anatomi LB1 yang unik: volume tengkorak hanya 380 milimeter kubik (sekitar sepertiga dari volume otak manusia modern) dan tulang paha pendek, yang jika direkonstruksi akan menghasilkan mahluk setinggi 1,06 meter.

Meski diperkirakan berasal dari 15.000 tahun lalu, jika dibandingkan dengan Homo erectus dan Australopithecus yang jauh lebih tua, karakter LB1 dinilai unik dan karenanya disimpulkan sebagai spesies baru.

Tetapi setelah dilakukan analisis ulang, khususnya dari segi studi klinis, para peneliti dalam temuannya menyimpulkan hasil yang berbeda.

Pertama, para peneliti menemukan bahwa fosil LB1 ternyata punya volume tengkorak lebih besar, sekitar 430 mm kubik. Volume itu mirip dengan volume tengkorak manusia modern penderita down syndrome di wilayah geografis di sekitar Flores. Volume tengkorak LB1 juga mirip dengan volume otak manusia dari ras Australomelanesian yang menderita down syndrome.

Sementara perhitungan tulang paha yang awalnya dibandingkan dengan rumus menghitung tinggi tubuh masyarakat pygmy di Afrika menurut para peneliti tidaklah istimewa. Alasannya karena manusia modern penderita down syndrome juga punya ciri tulang paha yang pendek.

"Hal yang tidak biasa tidak berarti unik. Ciri-ciri yang awalnya diutarakan tidak jarang ditemukan sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk menyimpulkan adanya spesies manusia baru," jelas Eckhardt.

Down Syndrome

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Ketika Manusia Semakin Feminin, Terciptalah Seni

Studi: Ketika Manusia Semakin Feminin, Terciptalah Seni

Tekno | Senin, 04 Agustus 2014 | 19:05 WIB

Terkini

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:50 WIB

Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru

Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:23 WIB

Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol

Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB

Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026

Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:28 WIB

Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan

Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:18 WIB

Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru

Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:43 WIB

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:27 WIB

Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan

Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:49 WIB

45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118

45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:20 WIB