Benarkah Manusia Hidup dalam Hologram?

Liberty Jemadu

Jum'at, 29 Agustus 2014 | 19:51 WIB
Benarkah Manusia Hidup dalam Hologram?
Alam semesta (Shutterstock).

Suara.com - Para peneliti di Fermi National Accelerator Laboratory, Chicago, Illinois, Amerika Serikat mengumumkan bahwa pekan ini Halometer, sebuah mesin yang berfungsi untuk menguji teori bahwa alam semesta adalah sebuah hologram, sudah dinyalakan dan mulai merekam data.

Eskperimen itu bertujuan untuk menguji teori bahwa alam semesta terbentuk dari "bit-bit" kecil, sama seperti foto yang terbentuk dari titik-titik piksel.

Ukuran dari unit terkecil dari ruang dan waktu itu diduga sangat kecil, berjuta-juta kali lebih kecil dari proton, partikel pembentuk atom. Unit-unit kecil ruang dan waktu itu diduga bergerak seperti gelombang, mirip seperti perilaku energi dalam teori kuantum, dan bukan seperti partikel.

"Teorinya adalah ruang terbentuk dari gelombang, bukan titik-titik. Bahwa segala sesuatu bergetar dan tidak pernah diam," kata Craig Hogan, dari University of Chicago, peneliti yang telah lama bermimpi untuk melangsungkan eksperimen itu.

"Kami ingin tahu apakah ruang dan waktu adalah sebuah sistem kuantum, sama seperti benda," imbuh Hogan.

Halometer, yang merupakan singkatan dari "holographic interferometer", bekerja dengan membelah dua sinar laser dan menyalurkannya melalui pipa-pipa sepanjang 40 meter. Beberapa cermin kemudian memantulkan sinar-sinar itu kembali sumbernya. Di sana, sinar laser itu kembali bersatu.

Jika ada pergerakan, maka kecermelangan sinar laser di titik pertemuan akan mengalami fluktuasi. Nah, fluktuasi cahaya itu yang akan dianalisis oleh para peneliti.

Secara spesifik, para peneliti akan mencari fluktuasi yang tidak terduga, sebuah efek yang dipicu oleh faktor unik, bukan oleh getaran biasa semacam gerakan permukaan Bumi.

Yang dicari adalah bukti adanya "gangguan holografis", sebuah ketidakaturan kuantum yang melekat pada ruang dan waktu, yang bisa membuat sinar laser bergetar - sama seperti benda yang terus bergerak meski gelombang kuantum dibekukan hingga ke titik nol.

Menurut para peneliti, getaran yang dicari sangat kecil. Kecepatannya sekira 1 milimeter per tahun. Kira-kira 10 kali lebih pelan dari pergerakan lempeng Bumi.

"Jika kami menemukan sebuah gangguan yang tidak bisa disingkirkan, itu bisa berarti kami menemukan sifat fundamental alam semesta, sebuah 'gangguan' yang melekat pada ruang dan waktu," jelas Aaron Chou, pakar fisika pada laboratorium itu.

"Ini adalah saat yang menegangkan bagi fisika. Sebuah hasil positif akan membuka sebuah lembaran baru tentang bagaimana cara ruang bekerja," imbuh Chou.

Lalu apa hubungannya dengan hologram?

Hologram, yang bisa Anda temukan di kartu kredit atau kartu anjungan tunai mandiri (ATM), ditempelkan pada plastik film dua dimensi. Saat disinari, ia akan menampilkan citra holografis 3 dimensi.

Nah, pada 1990, Leonard Susskind dan ilmuwan penerima Nobel Gerard't Hooft mensinyalir berlakunya prinsip yang sama di alam semesta. Pengalaman yang kita alami setiap hari bisa jadi adalah proyeksi holografis dari proses fisika yang berlangsung pada ruang 2 dimensi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hologram di Handphone ala Iron Man Bakal Jadi Kenyataan

Hologram di Handphone ala Iron Man Bakal Jadi Kenyataan

Tekno | Kamis, 05 Juni 2014 | 16:34 WIB

"Billboard Music Awards" 2014 'Hidupkan' Kembali Michael Jackson

"Billboard Music Awards" 2014 'Hidupkan' Kembali Michael Jackson

Video | Senin, 19 Mei 2014 | 11:42 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×