Mesin Cuci Dirusak, Samsung Adukan Bos LG ke Polisi

Liberty Jemadu

Senin, 15 September 2014 | 14:04 WIB
Mesin Cuci Dirusak, Samsung Adukan Bos LG ke Polisi
Ilustrasi LG (Shutterstock).

Suara.com - Dua produsen elektronik Korea Selatan, Samsung dan LG, sedang terlibat dalam pertengkaran serius hanya karena masalah sepele. Samsung menuding karyawan-karyawan LG merusak mesin cuci Samsung di sebuah pameran elektronik di Jerman, awal September ini.

Samsung mengatakan bahwa beberapa karyawan LG, termasuk seorang direktur senior, telah secara sengaja merusak empat unit mesin cuci "Crystal Blue" yang dipamerkan Samsung dalam Pameran Radio Internasional Berlin (IFA).

Polisi sempat dipanggil ketika insiden itu berlangsung dan menurut LG pihaknya sudah membayar ganti rugi atas empat unit mesin cuci, yang harga per unitnya mencapai 2.700 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp32,1 juta itu.

Tidak ada karyawan LG yang ditahan polisi dalam insiden, jelas juru bicara LG seperti dikutip The Australian

Tetapi Samsung tidak puas. Pada Minggu (14/9/2014), Samsung mengatakan bahwa Jo Seong jin, presiden dan CEO divisi produk perlengkapan rumah tangga LG juga terlibat dalam pengrusakan yang terjadi di toko Samsung lain di Berlin. Mesin cuci yang dirusak juga dari model yang sama.

Samsung meminta pihak berwajib di Seoul, Korsel, untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Sangat disayangkan bahwa Samsung harus meminta seorang pejabat tinggi diperiksa oleh otoritas hukum negeri ini. Tetapi ini tidak terhindarkan, karena kami memutuskan bahwa insiden ini harus diungkap," kata Samsung dalam pernyataan yang dikutip BBC.

LG sendiri, meski mengakui bahwa Jo Seong jin adalah salah satu nama yang dilaporka Samsung, menyangkal bahwa peristiwa itu dilakukan secara sengaja.

"Jika perusahaan kami berniat merusak produk dari perusahaan tertentu untuk menjatuhkan citra produk itu, maka kami tidak akan memerintahkan para eksekutif kami untuk langsung melakukan aksi seperti itu," jelas LG dalam pernyataan resminya.

LG juga mengatakan bahwa mengecek produk-produk perusahaan saingan adalah praktik yang lazim dan para "peneliti" LG juga mengecek beberapa produk dari merek lain.

"Kami harap insiden itu bukan sebuah upaya untuk merusak reputasi kami, produsen mesin cuci paling laris di dunia," tegas LG.

LG dan Samsung memang sering terlibat dalam perseteruan dalam beberapa produk, termasuk televisi, lemari pendingin, mesin cuci, pendingin ruangan, hingga telepon seluler pintar. (BBC/The Australian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Samsung: iPhone 6 Imitasi Galaxy Note

Samsung: iPhone 6 Imitasi Galaxy Note

Tekno | Minggu, 14 September 2014 | 20:34 WIB

HTC Ikuti Jejak Samsung "Meledek" iPhone 6

HTC Ikuti Jejak Samsung "Meledek" iPhone 6

Tekno | Rabu, 10 September 2014 | 21:28 WIB

Empat Raksasa Gadget Dunia Adu Cerdas di Berlin

Empat Raksasa Gadget Dunia Adu Cerdas di Berlin

Tekno | Kamis, 04 September 2014 | 16:00 WIB

BKPM Siapkan Lokasi Pabrik Handphone Samsung

BKPM Siapkan Lokasi Pabrik Handphone Samsung

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2014 | 15:45 WIB

Samsung Akan Buka Pabrik Ponsel di Indonesia

Samsung Akan Buka Pabrik Ponsel di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 15:25 WIB

Terkini

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:31 WIB

Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z

Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:30 WIB

Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22 WIB

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:21 WIB

Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua

Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:20 WIB

Padel Punya Risiko Cedera, Sports Medicine Bantu Atlet Tetap Bugar hingga Siap Kembali Bertanding

Padel Punya Risiko Cedera, Sports Medicine Bantu Atlet Tetap Bugar hingga Siap Kembali Bertanding

Health | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:16 WIB

3 Bedak Inez yang Bisa Cerahkan Wajah Secara Natural untuk Kulit Kusam

3 Bedak Inez yang Bisa Cerahkan Wajah Secara Natural untuk Kulit Kusam

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:15 WIB

KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:14 WIB

Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?

Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:06 WIB

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:05 WIB

×