Buka Akun di Twitter, 'Pengkhianat' AS Langsung Diserbu Follower

Ruben Setiawan

Rabu, 30 September 2015 | 06:30 WIB
Buka Akun di Twitter, 'Pengkhianat'  AS Langsung Diserbu Follower
Edward Snowden, si pembongkar rahasia badan keamanan Amerika Serikat (NSA) membuat akun Twitter pertamanya. (Reuters/Andrew Kelly)

Suara.com - Edward Snowden, sang pembongkar rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), kembali muncul setelah sekian lama tak terdengar kabarnya. Snowden, si mantan kontraktor NSA tersebut, membuka akun Twitter pertamanya pada hari Selasa (29/9/2015) dari Rusia, negara yang menjadi tempat pelariannya dari kejaran Amerika Serikat.

Hanya dalam hitungan sekitar satu jam, akun Twitter yang hanya ia beri nama @snowden langsung kebanjiran ratusan ribu follower. Hingga berita ini diturunkan, Snowden sudah memiliki 643 ribu follower.

Di bawah foto profilnya, Snowden menulis,"Saya pernah bekerja untuk pemerintah. Sekarang saya bekerja untuk masyarakat."

"Dapatkah kalian mendengarku sekarang?" jadi kicauan pertama Snowden lewat akun tersebut. Kicauan yang merupakan kutipan dari sebuah iklan penyedia layanan komunikasi tersebut sudah di-retweet hingga 71 ribu kali.

Snowden, oleh mereka yang mendukungnya, dianggap sebagai whistleblower alias pembongkar borok pemerintah Amerika Serikat dalam bidang keamanan. Atas ulahnya, Snowden harus membayar mahal. Pemerintah AS mengajukan tuntutan hukum lantaran dianggap membocorkan informasi intelijen.

BACA JUGA:

Ucapan Ahok Dibantah Pedagang Daging Anjing, Ini Ceritanya

Snowden meninggalkan AS pada bulan Mei 2013. Sejak tiga tahun yang lalu, Snowden tinggal di Rusia setelah mendapat suaka dari pemerintahan negara tersebut.

Snowden membongkar soal program intelijen AS soal keamanan. Ia menyebut AS, bekerjasama dengan beberapa sekutunya, menyadap percakapan telepon ribuan warga Amerika Serikat dan warga di sejumlah negara lainnya.

Di hari pertama main Twitter, Snowden bercakap-cakap dengan astrofisikawan dan penyiar radio Neil deGrasse Tyson. Tyson menanyakan, bagaimana rasanya dianggap sebagai pengkhianat - bagi pemerintah AS -, tapi juga sebagai pahlawan. Dengan singkat, Snowden menjawab bahwa dirinya hanyalah warga biasa yang memiliki hak bersuara. (Reuters)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Studi: Berhubungan Seks dengan Robot Sudah Lumrah pada 2050

Tessa Kaunang Doyan Dugem, Ini Kata Mantan Suami

Hanya Karena Utang Rp200 Ribu, Ibu Rumah Tangga Dianiaya Rentenir

Menjalin Asmara, Sepasang Saudara Tiri Tega Mutilasi Orangtua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden

News | Selasa, 27 September 2022 | 10:48 WIB

Vladimir Putin Beri Edward Snowden Kewarganegaraan Rusia

Vladimir Putin Beri Edward Snowden Kewarganegaraan Rusia

Tekno | Selasa, 27 September 2022 | 05:24 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×