Dalai Lama: Perubahan Iklim Lenyapkan Dua Pertiga Gletser Tibet

Liberty Jemadu

Selasa, 20 Oktober 2015 | 18:46 WIB
Dalai Lama: Perubahan Iklim Lenyapkan Dua Pertiga Gletser Tibet
Es menyelimuti Pegunungan Pangong di Ladakh, Tibet (Shutterstock).

Suara.com - Pemimpin Tibet di pengasingan, Dalai Lama, mengatakan bahwa dua pertiga gletser di tanah air mereka akan lenyap pada 2050 akibat perubah iklim. Karenanya ia meminta agar Tibet dilibatkan dalam pertemuan internasional yang membahas tentang iklim pada akhir tahun ini.

Dataran tinggi Tibet, yang merupakan salah satu cadangan es terbesar dunia selain di Kutub Utara dan Selatan, dalam lima dekade terakhir mengalami kenaikan suhu mencapai 1,3 derajat Celcius. Kenaikan suhu itu tiga kali lebih tinggi dari rata-rata kenaikan suhu global.

Tibet dengan rata-rata ketinggian di atas 4000 meter, memang sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Naiknya suhu di dataran tinggi itu telah membuat lapisan gletser mencair dan mengancam 1,3 miliar orang yang hidup dari air yang berasal dari sumber-sumber es itu.

"Dataran Tinggi Tibet harus dilindungi, bukan untuk orang Tibet saja tetapi untuk kelestarian lingungan global," kata Dalai Lama.

"Posisinya yang vital, setara dengan Arktik dan Antartika, Tibet adalah Kutub Ketiga," sambung pemimpin spritual Tibel yang menulis pernyataannya dari Dharmasala, pusat pemerintahan Tibet di pengasingan. Di sana Dalai Lama mengasingkan diri sejak 1959.

Hampir 200 negara akan berkumpul di Paris, Prancis pada Desember mendatang untuk membicarakan strategi mengatasi perubahan iklim yang dipantik oleh ulah manusia. Pertemuan itu bertujuan mencari cara untuk menurunkan suhu global sebanyak 2 derajat Celcius di bawah level suhu Bumi sebelum era industrial.

Para pemimpin dunia berharap bisa merumuskan perjanjian internasional, penerus Protokol Kyoto, setelah upaya yang sama pada 2009 kandas karena adanya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Tibet, dalam pernyataan itu, mengatakan ingin agar pertemuan itu menelurkan sebuah kesepakatan internasional yang efektif dan agar diberi kesempatan untuk ambil bagian.
Menurut mereka sekitar 80 persen lapisan es, termasuk lapisan es purba, di Tibet sudah hilang dalam 50 tahun terakhir. Hilangnya lapisan permafrost itu diyakini akan melepaskan sekitar 12.300 ton karbon ke atmosfer dan menambah pelik masalah pemanasan global. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Manusia Sudah Babat Separuh Pohon di Bumi

Studi: Manusia Sudah Babat Separuh Pohon di Bumi

Tekno | Jum'at, 04 September 2015 | 08:44 WIB

Waspadalah! Permukaan Laut Naik 8cm Sejak 1992

Waspadalah! Permukaan Laut Naik 8cm Sejak 1992

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2015 | 06:47 WIB

Juli 2015 Tercatat Sebagai Bulan Terpanas Sejak Tahun 1880

Juli 2015 Tercatat Sebagai Bulan Terpanas Sejak Tahun 1880

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 12:57 WIB

20 Orang Tewas di Tibet Akibat Gempa

20 Orang Tewas di Tibet Akibat Gempa

News | Senin, 27 April 2015 | 08:16 WIB

2.250 Singa Laut Kelaparan karena Air Laut Menghangat

2.250 Singa Laut Kelaparan karena Air Laut Menghangat

News | Jum'at, 10 April 2015 | 06:07 WIB

Riset: 2014 Adalah Tahun Terpanas dalam Sejarah

Riset: 2014 Adalah Tahun Terpanas dalam Sejarah

Tekno | Minggu, 18 Januari 2015 | 16:56 WIB

Studi: Permukaan Laut Naik Lebih Cepat dari Perkiraan Sebelumnya

Studi: Permukaan Laut Naik Lebih Cepat dari Perkiraan Sebelumnya

Tekno | Kamis, 15 Januari 2015 | 03:35 WIB

Dalai Lama Akan Kembali ke Tibet

Dalai Lama Akan Kembali ke Tibet

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 17:44 WIB

Terkini

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

×