Suara.com - Microsoft, pada Senin (1/2/2016), mengumumkan telah berhasil menguji coba pusat data yang dipasang di bawah laut. Pusat data yang dinamai "Project Natick" masih berupa purwarupa dan telah diuji selama empat bulan pada 2015 lalu di lautan yang berjarak 4 km dari pantai barat AS.
"Intinya adalah pada satu hari benda ini diturunkan, dipasang, dan bisa berjalan," kata Norm Whitaker, pemimpin proyek khusus Microsoft Research NExT dalam blog resminya.
Ia mengatakan bahwa dalam uji coba itu seorang penyelam memeriksa fasilitas tersebut satu kali setiap bulan, sementara tim riset terus memantau perkembangannya dari jarak jauh.
Microsoft mengatakan bahwa data-data dari eksperimen itu masih dianalisis, tetapi hasil analisis awal menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
"Ini adalah teknologi spekulatif, dalam artian jika ia nantinya terbukti bagus, maka akan dengan mudah mengubah faktor ekonomi dari bisnis ini secara keseluruhan," kata Whitaker.
Natick sendiri dikembangkan dengan tujuan untuk membangun dan mengoperasikan pusat data di bawah air.
Menurut Microsoft, dengan semakin banyaknya manusia yang hidup di pesisir laut dan adanya arus besar pengguna peranti lunak yang beralih ke komputasi awan, maka pusat data di bawah air akan lebih menghemat uang serta mempercepat akses informasi berbasis internet.
Teknologi baru Microsoft ini mengambil energi listrik yang diperoleh dari pemanfaatan arus dan gelombang air laut. Tidak hanya itu, air juga dimanfaatkan sebagai pendingin alami, sehingga lebih hemat energi.
Dalam fase uji coba berikutnya, jelas Whitaker, Microsoft akan bereksperimen dengan wahana yang lebih besar dan memiliki kekuatan komputasi 20 kali lebih besar dari proyek sebelumnya. (Phys.org/AFP)