Array

Pemerintah Israil Sebut Facebook Monster

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 05 Juli 2016 | 14:13 WIB
Pemerintah Israil Sebut Facebook Monster
Ilustrasi situs jejaring sosial Facebook. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Israel menuduh Facebook memicu semua kekerasan yang terjadi. Hal ini setelah jejaring sosial itu dinilai lebih proaktif dalam menghapus konten kebencian dari platform.

Bahkan, pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang untuk memberikan perintah kepada Facebook, bersama dengan platform media sosial online lainnya, seperti YouTube dan Twitter, untuk menghapus konten yang dinilai memberikan hasutan yang dianggap mengarah ke kekerasan dan terorisme.

Bagaimanapun, pemerintah Israel melalui Menteri Keamanan Dalam Negeri, Gilad Erdan, menyampaikan ketidak senangannya atas kebijakan yang diterapkan Facebook dalam menghapus konten dengan kekerasan.

"Hari ini Facebook menjadi jejaring sosial yang menakjubkan, memberikan revolusi positif kepada dunia. Sayang, kami melikat sejak munculnya Daesh (Negara Islam) dan gelombang teror, merubah Facebook menjadi monster," tuturnya dalam sebuah wawancara televisi seperti dilansir dari Tech Times, Selasa (5/7/2016).

Panggilan ini mirip dengan vandalisme yang dilakukan oleh aktivis politik Rotem Gez di markas Israel Facebook pada bulan Oktober tahun lalu. Gez membuat grafiti dengan gambar tangan merah besar dan kata-kata "darah di tangan kami" dan "Hentikan Terror FB", setelah penolakan Facebook untuk menghapus konten yang menyinggung atau mengandung unsur kekerasan.

Erdan menuduh Facebook telah menyabotase pekerjaan pemerintah Israel. Jaringan sosial tidak kooperatif ketika didekati oleh polisi Israel.

Menurut Erdan, Facebook bisa melaporkan kepada otoritas pos yang terunduh di jaringan sosial, atas pembunuhan gadis Israel (13) sebelum ia melakukan kejahatan. Kondisi ini bisa mencegah terjadinya kematian remaja.

Dalam sebuah pernyataan, Facebook membantah tuduhan dan penilaian menteri tersebut.

"Kami bekerja secara teratur dengan organisasi keamanan dan para pembuat kebijakan di seluruh dunia, termasuk Israel, untuk memastikan bahwa orang tahu bagaimana membuat penggunaan yang aman dari Facebook," kata Facebook.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI