Printer 3D Pindai Sidik Jari Mayat Korban Pembunuhan

Dythia Novianty

Jum'at, 22 Juli 2016 | 20:18 WIB
Printer 3D Pindai Sidik Jari Mayat Korban Pembunuhan
Ilustrasi sidik jari. [Pixabay]

Suara.com - Penggunaan mesin cetak 3D semakin berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai pengguna dan perusahaan telah mengadopsi menggunakan teknologi ini.

Beberapa proyek besar bahkan melibatkan pencetakan 3D, seperti pembuatan sepeda motor listrik dan pil untuk obat. Terbaru, pencetakan 3D dilakukan untuk membantu proses penyelidikan atas peristiwa pembunuhan.

Menurut laporan Fusion, pihak berwenang mendekati profesor Michigan State University Anil Jain bulan lalu dengan permintaan untuk membuat replika sidik jari orang yang telah tewas dengan pencetakan 3D.

Jain, seorang profesor ilmu komputer yang terlibat dalam teknologi biometrik seperti pemindai sidik jari, tidak dapat berbagi rincian spesifik pada kasus pembunuhan yang hingga kini masih berlangsung.

Namun, intinya adalah bahwa polisi ingin mengakses smartphone dari korban pembunuhan, karena mereka percaya ada petunjuk tentang identitas pembunuh dalam perangkat. Pihak berwenang, bukannya pergi ke produsen pemindai sidik jari smartphone tetapi justru meminta bantua Jain menciptakan sidik jari-jari korban pembunuhan.

Polisi memiliki salinan sidik jari pembunuhan korban yang diambil saat ia masih hidup, karena ia pernah ditangkap sebelumnya. Pemindai sidik jari yang diteruskan ke Jain dan Sunpreet Arora, mahasiswa PhD-nya, menggunakan mesin pemindai untuk membuat replika 3D sepuluh sidik jari dari korban pembunuhan.

Ibu jari dan jari telunjuk adalah yang paling umum digunakan untuk membuat kunci sidik jari pada perangkat. Tapi pihak kepolisian mencetak sepuluh jari hanya untuk memastikan salah satunya dapat membuka smartphone.

Namun, jari hasil cetakan 3D tidak akan cukup untuk membuka smartphone, karena sifatnya capacitive dari pemindai sidik jari. Kulit jari pengguna cukup konduktif untuk menutup sirkuit listrik dari scanner sidik jari untuk membuat mereka bekerja, tetapi plastik jari 3D tidak akan mampu melakukan hal yang sama.

Untuk mengatasi ini, Arora dilapisi jari replika dengan partikel logam untuk memungkinkan pemindai sidik jari membaca sidik jari. Jari-jari replika masih menjalani pengujian, dengan Arora mengklaim bahwa mereka akan dikirim ke pihak berwenang setelah beberapa minggu pengujian.

Polisi kemudian akan menggunakannya untuk mencoba untuk membuka smartphone korban pembunuhan. Solusi untuk membuka smartphone korban pembunuhan merupakan bentuk kemajuan penyelidikan. (Tech Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10+ Smartphone Berteknologi Sensor Sidik Jari Termurah di 2016

10+ Smartphone Berteknologi Sensor Sidik Jari Termurah di 2016

Tekno | Rabu, 04 Mei 2016 | 17:46 WIB

LG Siapkan Teknologi Sidik Jari Tanpa Tombol

LG Siapkan Teknologi Sidik Jari Tanpa Tombol

Tekno | Senin, 02 Mei 2016 | 08:19 WIB

Sistem Android Baru Akan Dilengkapi Fitur Pindai Sidik Jari

Sistem Android Baru Akan Dilengkapi Fitur Pindai Sidik Jari

Tekno | Senin, 25 Mei 2015 | 18:49 WIB

Cara Sederhana Ini Bisa Deteksi Penggunaan Kokain

Cara Sederhana Ini Bisa Deteksi Penggunaan Kokain

Tekno | Senin, 18 Mei 2015 | 07:47 WIB

Yahoo Kembangkan Pemindai Telinga, Gantikan Sensor Sidik Jari

Yahoo Kembangkan Pemindai Telinga, Gantikan Sensor Sidik Jari

News | Rabu, 29 April 2015 | 17:47 WIB

Terkini

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 12:00 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

×