Rumahnya Diganggu Pemain Pokemon Go, Lelaki Ini Gugat Niantic dkk

Arsito Hidayatullah

Kamis, 04 Agustus 2016 | 19:33 WIB
Rumahnya Diganggu Pemain Pokemon Go, Lelaki Ini Gugat Niantic dkk
Beberapa pemuda sedang bermain game Pokemon Go. (Shutterstock).

Suara.com - Seorang lelaki asal New Jersey memberi "pesan keras" kepada jutaan pemain Pokemon Go. Bunyinya kurang lebih: "Pergi dari pekarangan saya!"

Adalah Jeffrey Marder, sosok dari West Orange, yang kini mengajukan gugatan federal terhadap perusahaan di balik permainan itu, yakni Nintendo Co Ltd, Niantic Inc, dan Pokemon Company International. Marder menyatakan bahwa permainan itu telah membuat para pemain memasuki rumahnya dan menerobos tempat pribadi lain.

Diketahui, dalam permainan Pokemon Go, dengan menggunakan perangkat seluler, para pemain mencari dan menangkap tokoh (monster saku) yang muncul di layar mereka di tempat nyata, seperti perkantoran dan restoran.

 
Permainan yang belum lama dirilis ini jadi sangat populer, namun lantas memicu banyak kekhawatiran dan keluhan terkait keselamatan. Dalam beberapa hari setelah peluncurannya saja misalnya, empat remaja dari Missouri dilaporkan menggunakannya untuk menarik korban dan melakukan perampokan.

Permainan ini juga dituding sebagai penyebab aksi penyeberangan gelap perbatasan dari Kanada ke Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu, yang dilakukan oleh dua pemain muda yang tak memperhatikan sekitarnya. Sementara itu, Museum Holocaust AS pun telah meminta para pemain untuk tidak menggunakan permainan itu di lokasinya, dengan menyebutnya "sangat tidak pantas".

Sejumlah besar tempat diketahui telah dijadikan sebagai Pokestop dan Gym oleh pengembang Pokemon Go, di mana para pemain bisa mendapatkan barang-barang tertentu atau bertanding dengan pengguna lain. Hanya saja, sebagaimana bunyi tuntutan Marder, banyak tempat itu berada di seberang atau tepat di lokasi milik pribadi.

Gugatan hukum Marder sendiri diajukan di pengadilan federal di Oakland, California, tak berapa jauh dari markas besar Niantic di San Fransisco.

"Penggugat mendapati banyak (hal) saat Pokemon Go baru diluncurkan. Orang-orang tidak dikenal mulai berkeliaran di luar rumahnya sambil menggenggam telepon genggam mereka," bunyi tuntutan itu.

Ditambahkan pula penjelasan bahwa lima orang sempat mengetuk pintu kediaman Marder, untuk meminta memasuki halaman belakangnya agar dapat menangkap "makhluk" Pokemon tersebut yang disebut ada di halamannya.

Tuntutan Marder ini antara lain menuntut adanya status khusus bagi seluruh orang yang memiliki lahan yang menjadi sebuah lokasi Pokemon, ataupun berada di seberangnya. Ini bisa jadi merupakan kasus yang pertama sejak permainan itu diluncurkan pada Juli lalu.

Sejauh ini, perwakilan dari Pokemon Go belum diketahui memberikan komentar langsung. Nintendo diketahui memegang 32 persen saham dalam Pokemon Company yang mengembangkan permainan itu bersama Niantic. Permainan ini sendiri telah meningkatkan nilai saham Nintendo sebesar 50 persen sejak diluncurkan. [Antara/Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasangan Ini Rela Mengabaikan Anaknya Demi Pokemon Go

Pasangan Ini Rela Mengabaikan Anaknya Demi Pokemon Go

Tekno | Rabu, 03 Agustus 2016 | 11:44 WIB

Ini Pencapaian Pokemon Go dalam Satu Bulan

Ini Pencapaian Pokemon Go dalam Satu Bulan

Tekno | Selasa, 02 Agustus 2016 | 15:45 WIB

Ini yang Bikin Pemain Pokemon Go Marah Besar

Ini yang Bikin Pemain Pokemon Go Marah Besar

Tekno | Selasa, 02 Agustus 2016 | 13:47 WIB

Asik Cari Pokemon, Tiga Remaja Dirampok di Taman

Asik Cari Pokemon, Tiga Remaja Dirampok di Taman

News | Minggu, 31 Juli 2016 | 06:12 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×