Diduga Pengintai, Drone Berkamera Dilarang di Negara Ini

Dythia Novianty

Jum'at, 28 Oktober 2016 | 15:55 WIB
Diduga Pengintai, Drone Berkamera Dilarang di Negara Ini
Sebuah 'drone' melayang di angkasa. [Shutterstock/Funkyfrogstock]

Suara.com - Pesawat tak berawak (drone) kini semakin booming di tengah-tengah masyarakat kita. Semua pun bebas berekspresi saat drone terbang untuk merekam gambar. Sayang, segala ekspresi tersebut harus dibungkam di negara ini. Pasalnya, penggunaan drone dengan kamera dilarang di Swedia.

Namun, bagi mereka yang memang harus melakukannya, membutuhkan lisensi di bawah hukum pengawasan pemerintah setempat. Pembatasan ini dilatarbelakangi dengan penemuan pengadilan terhadap drone yang membawa kamera, dianggap sebagai kamera pengintai, sehingga dapat melanggar privasi mereka.

Sebuah kelompok industri Swedia mengatakan putusan pengadilan tersebut sebagai pukulan besar bagi pengguna drone berkamera dengan tujuan rekreasi dan komersial.

Gustav Gerdes, kepala Unmanned Aerial System Sweden mengatakan, keputusan Administrasi Mahkamah Agung tersebut bisa menyebabkan 5.000 pekerja mengalami 'bahaya'. Termasuk operator drone sendiri, dan mereka yang kerap bertugas menangani rekaman.

"Ini adalah keputusan yang buruk bagi Swedia sebagai negara entrepreneur dan menyenangkan bagi pasar tenaga kerja Swedia yang terus dipengaruhi oleh peraturan baru yang rumit dari negara dan lembaga-lembaganya," kata Gustav seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (28/10/2016).

Swedia adalah salah satu negara pertama yang melarang drone kamera tanpa lisensi pengawasan. Sedangkan untuk mendapatkan izin tersebut sulit dan mahal.

UAE membuat ilegal drone dengan pada 2015 setelah drone rekreasi tersesat ke jalur penerbangan di bandara Dubai, mengganggu beberapa penerbangan. Jepang juga memperketat aturan penggunaan drone pada 2015, setelah pesawat tak berawak yang membawa bahan radioaktif mendarat di atap rumah Perdana Menteri Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uber Jajaki Pengembangan Transportasi Udara

Uber Jajaki Pengembangan Transportasi Udara

Tekno | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 08:27 WIB

GoPro Meluncurkan 'Drone' Karma Berukuran Ringkas

GoPro Meluncurkan 'Drone' Karma Berukuran Ringkas

Tekno | Selasa, 20 September 2016 | 12:23 WIB

Jepang Bikin Drone Berlengan, Mampu Mengangkat Bayi

Jepang Bikin Drone Berlengan, Mampu Mengangkat Bayi

Tekno | Selasa, 13 September 2016 | 16:03 WIB

Drone Diduga Milik Paparazi Ditembak Seorang Perempuan

Drone Diduga Milik Paparazi Ditembak Seorang Perempuan

Tekno | Selasa, 30 Agustus 2016 | 17:10 WIB

Bos Facebook Hadiahkan Sebuah Drone untuk Paus Fransiskus

Bos Facebook Hadiahkan Sebuah Drone untuk Paus Fransiskus

Tekno | Selasa, 30 Agustus 2016 | 06:31 WIB

Cuma di Selandia Baru, Pizza Diantar Pakai Drone

Cuma di Selandia Baru, Pizza Diantar Pakai Drone

Tekno | Kamis, 25 Agustus 2016 | 15:27 WIB

Terkini

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

×