Suara.com - Toshiba meningkatkan taksiran profit di akhir tahun fiskal 2016 hingga 50 persen menjadi 180 miliar yen (Rp22,52 triliun). Hal ini disebabkan permintaan yang kuat untuk chip memori Toshiba dari iPhone 7 dan merek-merek smartphone Cina.
Toshiba, tulis Reuters pada Jumat (11/11/2016), kini beralih fokus ke bisnis chip, energi nuklir, dan infrastruktur sosial. Ini dilakukan setelah korporasi asal Jepang ini diterpa skandal pelaporan keuangan tahun lalu.
Klien-klien chip memori Toshiba di antaranya adalah iPhone terbaru plus smartphone Cina.Permintaan yang besar dari para klien chip memori Toshiba tersebut membuat perusahaan ini mendapatkan keuntungan sebesar 72,7 miliar yen (Rp9,09 triliun) pada Juli-September, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi 82,6 miliar yen (Rp10,33 triliun).
Karena itulah, pada tahun ini, Toshiba yakin dapat semakin membalikkan keadaan dari kerugian besar yang mereka dapat pada 2015 sebesar 708,74 miliar yen (Rp88,68 triliun).
Bisnis yang dijalankan divisi chip dan device Toshiba diramalkan menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 130 miliar yen (Rp16,26 triliun) .
Di sisi lain, para analis menilai capital base yang terkuras akibat skandal pemalsuan laporan keuangan senilai 1,3 miliar dollar AS (Rp17,26 triliun) bakal membuat Toshiba kesulitan mengembangkan investasi demi bersaing di bisnis chip global.