Suara.com - Dibanding smartphone, memang sangat berat kalau kita harus mengganti laptop dengan yang baru. Pertimbangan sebelum membeli laptop ini cukup penting, tapi sering kali diabaikan.
Bagaimanapun, laptop adalah produk elektronik yang dirancang untuk dijual sebanyak mungkin. Itulah alasan laptop baru terlihat sangat menggoda, dengan desain yang lebih kece dan performa yang lebih ngebut.
Meski produk baru terlihat menggiurkan atau sedang ada potongan harga, jangan buru-buru mengganti laptop lama. Perhatikan 5 hal ini sebelum mengganti laptop.
1. Jangan Mudah Tergoda Potongan Harga!
Seiring waktu laptop menjadi lebih baik. Sebut saja Dell XPS 13, Lenovo Yoga 910, dan HP Spectre X360 yang dibuat sangat baik dengan performa makin ngacir dan daya tahan baterai yang lebih awet.
Perkembangan laptop telah meningkat selama bertahun-tahun. Namun, laptop yang Anda gunakan saat ini mungkin masih lebih dari cukup untuk menunjang pekerjaan.
Ketika membeli sebuah laptop, pastikan bisa bertahan selama 3 tahun atau bahkan lebih. Jika laptop lama Anda masih bisa diandalkan dan tidak rewel, tentu belum saatnya diganti.
2. Prosesor Laptop Baru Lebih Cepat, Tapi Apakah Itu Penting?
Setiap generasi baru prosesor Intel, tentunya lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Hasil benchmark sering menjadi acuan untuk membandingkan, tapi benchmark tidaklah menggambarkan performa yang sesungguhnya.
Ada banyak jenis prosesor, tapi 3 prosesor yang paling banyak digunakan adalah Core i3, i5 dan i7. Namun, baik Intel Core i5 maupun Core i7 adalah prosesor yang sangat cepat, hemat energi, dan cocok dipakai oleh siapa pun yang membutuhkan performa PC tinggi.
Jika Anda memiliki bujet yang tinggi, Core i7 bakal memberikan performa yang lebih powerful karena telah memiliki integrated graphic lebih baik, clock speed lebih cepat, serta hyper threading. Tapi, apakah memang membutuhkan performa Core i7, kalau dengan Core i5 sudah lebih dari cukup?
3. Haruskah Ganti Laptop demi Penyimpanan Jenis SSD?
Solid State Drive (SSD) adalah inovasi terbaru dari penyimpanan data. SSD dapat meningkatkan kinerja, menghemat konsumsi energi, dan dapat diandalkan, meski harganya lebih mahal.
Tak heran jika sebuah ultrabook, MacBook atau ultrathin notebook yang menggunakan fasilitas penyimpanan ini dibanderol mahal. Contohnya, jika menggunakan hard disk biasa, butuh waktu booting sampai benar-benar masuk ke dalam sistem komputer sekitar 8-10 menit. Pada SSD hanya dibutuhkan waktu 2 sampai maksimal 5 menit saja.
Kecepatan untuk menulis serta membaca data juga naik secara drastis. Untungnya, Anda tidak harus mengganti laptop untuk mengganti penyimpanan HDD ke SSD. Sebab, kebanyakan laptop mendukung penggantian ini.