Bocah Cacat Mental Disiksa, Disiarkan Lewat "Facebook Live"

Madinah

Kamis, 05 Januari 2017 | 13:02 WIB
Bocah Cacat Mental Disiksa, Disiarkan Lewat "Facebook Live"
Ilustrasi penyiksaan terhadap anak. [shutterstock]

Suara.com - Kepolisian Chichago menahan empat orang kulit hitam yang diduga menculik dan menyiksa warga kulit putih AS. Penyiksaan ini diunggah pelaku lewat Facebook Live.

Di video streaming tersebut, tampak laki-laki kulit putih berumur sekitar 18 tahun dengan tangan dan mulut diikat tengah disiksa oleh beberapa orang di sudut ruangan. Sambil menyiksa pelaku berulang kali berteriak "Fu** Donald Trump" dan "Fu** White People".

Dari keterangan polisi, lelaki yang diculik dan disiksa tersebut memiliki keterbelakangan mental.

"Ini video brutal yang mempertontonkan seorang laki-laki keterbelakangan mental sedang disiksa," kata Kepala polisi Chicago Eddie Johnson.

"Kejam karena aksi tersebut disiarkan langsung dan dilihat oleh seluruh orang di dunia," lanjutnya.

Pelaku yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan kulit hitam itu masih remaja dan saat ini sedang diperiksa intensif.

Hal ini diduga dipicu ketidaksukaan pelaku dengan kebijakan presiden AS terpilih Donald Trump yang dianggap mendiskriminasikan kulit hitam. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Artis Ini Panggil Donald Trump "Kriminal dan "Mental Tak Stabil"

Artis Ini Panggil Donald Trump "Kriminal dan "Mental Tak Stabil"

Entertainment | Rabu, 04 Januari 2017 | 15:30 WIB

Ford Batalkan Rencana Bangun Pabrik di Meksiko Gara-gara Trump

Ford Batalkan Rencana Bangun Pabrik di Meksiko Gara-gara Trump

Otomotif | Rabu, 04 Januari 2017 | 19:05 WIB

Trump Minta Obama Tunda Pindah Tahanan Guantanamo, Kenapa?

Trump Minta Obama Tunda Pindah Tahanan Guantanamo, Kenapa?

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 04:15 WIB

Senjata Nuklir Korut Sanggup Tembus AS, Trump: Tidak Mungkin

Senjata Nuklir Korut Sanggup Tembus AS, Trump: Tidak Mungkin

News | Selasa, 03 Januari 2017 | 17:44 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×