Drone Murahan Ditembak Rudal Patriot Seharga Rp45 Miliar

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 16 Maret 2017 | 06:32 WIB
Drone Murahan Ditembak Rudal Patriot Seharga Rp45 Miliar
Sebuah peluncur rudal Patriot milik militer Israel (Shutterstock).

Suara.com - Pesawat nirawak atau drone amatir kini semakin populer dan banyak digunakan di dunia. Tetapi popularitasnya juga membawa efek negatif, karena drone quadcopter - yang dibekali empat baling-baling - sering melanggar privasi dan keamanan di fasilitas penting seperti bandara.

Beberapa negara di dunia, termasuk Jepang, Inggris, dan Belanda sudah berinovasi untuk menciptakan senjata untuk melumpuhkan drone amatir seperti ini. Jenisnya beragam; ada yang menggunakan meriam laser, jala raksasa, dan bahkan burung elang yang dilatih khusus.

Tetapi baru-baru ini terungkap bahwa sebuah negara sekutu Amerika Serikat rela menggunakan peluru kendali Patriot untuk menjatuhkan sebuah drone quadcopter biasa.

Fakta ini terungkap dari mulut Jenderal David G Perkins, komandan unit pelatihan dan doktrin Angkatan Darat Amerika Serikat. Perkins, dalam sebuah video di YouTube pekan ini, mengatakan bahwa drone yang ditembak menggunakan rudal Patriot itu harganya sekitar 200 dolar AS atau sekitar Rp2,6 juta.

"Di Amazon.com, drone itu harganya hanya sekitar 200 dolar dan ia hancur dihantam sebuah rudal Patriot," kata Perkins seperti dilansir BBC.

Menurut Perkins drone itu diduga milik musuh dan ditembak oleh sebuah negara sekutu AS. Ia tak menjelaskan negara mana yang menembakan rudal Patriot itu.

Tetapi Perkins menjelaskan bahwa menggunakan sebuah rudal Patriot hanya untuk menghancurkan sebuah drone murahan adalah upaya yang berlebihan dan tidak ekonomis.

Betapa tidak, sebuah rudal Patriot harganya sangat mahal, sekitar 3,4 juta dolar. Jika dikonversi ke rupiah, harga rudal itu bisa mencapai Rp45 miliar per unit.

Rudal Patriot sendiri adalah peluru kendali yang dirancang sebagai bagian dari sistem pertahanan antimisil. Ia biasa digunakan untuk menembak rudal lain yang ditembak oleh musuh.

Patriot pernah digunakan AS dalam Perang Teluk pertama pada 1990an untuk menangkal serangan rudal Scud Irak yang menyasar Arab Saudi dan Israel.

Rudal Patriot bikinan produsen senjata Raytheon asal AS ini diketahui dimiliki oleh beberapa negara seperti Jerman, Arab Saudi, Israel, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Belanda, Korea Selatan, dan Taiwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI