Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 13:23 WIB
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Iran membantah keras tuduhan peluncuran rudal ke wilayah Teluk selama masa gencatan senjata.

  • Garda Revolusi menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai aktor di balik isu serangan tersebut.

  • Kesepakatan damai antara Iran dan AS dimediasi oleh Pakistan untuk menghentikan konflik berdarah.

Suara.com - Tensi di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul beredarnya kabar mengenai aktivitas militer dari pihak Iran.

Pemerintah Iran secara tegas menepis isu bahwa mereka telah mengirimkan senjata udara ke negara-negara tetangga di Teluk.

Laporan terkait adanya serangan drone atau rudal tersebut dipastikan tidak benar di tengah masa damai sementara.

Pihak berwenang menyatakan tidak ada satu pun proyektil yang dilepaskan sejak kesepakatan penghentian kontak senjata dimulai.

Hal ini menjadi sorotan utama karena dunia sedang memantau kestabilan politik di wilayah penghasil minyak tersebut.

Kantor berita Fars menyiarkan klarifikasi langsung dari pihak militer untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC memastikan seluruh unit militer mereka tetap berada dalam posisi pasif.

Mereka menjamin bahwa tidak ada operasi penyerangan yang menyasar fasilitas negara mana pun di sekitar kawasan tersebut.

Klarifikasi ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan internasional terhadap komitmen perdamaian yang baru saja disepakati bersama.

baca juga

Kestabilan keamanan menjadi prioritas utama bagi Teheran dalam menghadapi dinamika geopolitik yang sangat rentan saat ini.

“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini,” demikian isi pernyataan tersebut dikutip dari Anadolu.

IRGC menduga adanya upaya sistematis dari pihak luar yang ingin merusak suasana damai yang sedang terbangun.

Jika laporan serangan tersebut memang benar terjadi, mereka meyakini pelakunya adalah pihak lain yang memiliki kepentingan berbeda.

Pihak Iran menuding bahwa tindakan provokatif tersebut kemungkinan besar merupakan strategi dari musuh lama mereka di kawasan.

Narasi yang berkembang menyebutkan keterlibatan aktor dari luar kawasan yang ingin memicu kembali pertempuran terbuka secara luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?

Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:54 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×