Babi Diproyeksikan Jadi Pendonor Organ untuk Manusia

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 13 April 2017 | 19:41 WIB
Babi Diproyeksikan Jadi Pendonor Organ untuk Manusia
Ilustrasi babi. (Shutterstock).

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari produsen daging babi terbesar di dunia, Smithfield Foods. Merek dagang asal Amerika Serikat ini tengah membentuk sebuah unit Bioscience terpisah yang nantinya akan menjual organ tubuh babi untuk medis.

Meski masih bertahun-tahun ke depan, Smithfield Foods percaya, apa yang mereka lakukan dapat mengisi kekosongan bagi manusia yang menunggu transplantasi di tengah kurangnya donor.

"Kami ingin memberikan sinyal kepada perangkat medis dan komunitas sains bahwa ini adalah area yang kami tengah fokuskan. Bahwa kami tidak di-pack secara ketat," ucap Wakil Presiden Unit Bioscience Smithfield, Courtney Stanton dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters dilansir dari laman Daily Mail.

Smithfield merupakan satu-satunya produsen daging babi yang bergabung dengan perusahaan perawatan kesehatan termasuk Abbott Laboratories, Medtronic dan United Therapeutics Corp. Rencananya, transplantasi digunakan untuk orang-orang​ yang didiagnosis dengan kegagalan organ dan yang tidak memiliki pilihan pengobatan lainnya.

Stanton mengatakan, pasar AS untuk produk sampingan daging babi dengan tujuan medis, makanan hewan dan non-makanan berkisar lebih dari 100 miliar dolar AS. Hal tersebut belum termasuk potensi pasar untuk masalah transfer organ antara hewan ke manusia yang dikenal dengan istilah xenotransplants.

"Ini sebuah ruang potensi yang sangat besar, dan memimpin di tepian dan fokus pada membangun hubungan sangat penting," katanya.

Babi telah lama menjadi sumber yang menggoda untuk melakukan transplantasi, karena organ tubuhnya begitu mirip dengan manusia. Jantung babi misalnya, memiliki ukuran yang sama dengan manusia dewasa. Organ lain dari babi yang tengah diteliti untuk transplantasi ke manusia antara lain ginjal, hati dan paru-paru.

The United Network for Organ Sharing memperkirakan bahwa rata-rata, 22 orang meninggal setiap hari sambil menunggu untuk transplantasi.

Upaya sebelumnya transplantasi organ dari babi ke manusia telah gagal, karena perbedaan genetik yang menyebabkan penolakan organ atau virus yang menimbulkan risiko infeksi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Janin Separuh Babi Separuh Manusia Berhasil Diciptakan Ilmuwan

Janin Separuh Babi Separuh Manusia Berhasil Diciptakan Ilmuwan

Tekno | Senin, 30 Januari 2017 | 08:04 WIB

Jantung Babi Ditanam dalam Tubuh Babon, Berdetak Selama 2 Tahun

Jantung Babi Ditanam dalam Tubuh Babon, Berdetak Selama 2 Tahun

Health | Kamis, 07 April 2016 | 07:09 WIB

Malaikat Kecil Ini Jadi Penyelamat Bagi 2 Balita Lain

Malaikat Kecil Ini Jadi Penyelamat Bagi 2 Balita Lain

Health | Kamis, 09 Juli 2015 | 20:06 WIB

Horor, Cina 'Memanen' Organ Tubuh Tahanan dalam Keadaan Hidup

Horor, Cina 'Memanen' Organ Tubuh Tahanan dalam Keadaan Hidup

News | Rabu, 08 April 2015 | 07:00 WIB

Terkini

Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat

Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi

Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:45 WIB

KPK Sita 1,3 Kg Emas dan Rp100 Juta dari Rumah Pegawai Pajak di Malang

KPK Sita 1,3 Kg Emas dan Rp100 Juta dari Rumah Pegawai Pajak di Malang

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Pihak Febrie Adriansyah Buka Suara Terkait Kematian Sutrimo dan Eksumasi Kepolisian

Pihak Febrie Adriansyah Buka Suara Terkait Kematian Sutrimo dan Eksumasi Kepolisian

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:42 WIB

11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan

11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Rupiah Mandek di Rp17.877, Sentimen Pasar Makin Berat

Rupiah Mandek di Rp17.877, Sentimen Pasar Makin Berat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Bikin Timnas Indonesia Berantakan, Patrick Kluivert Dilirik Jadi Asisten Xavi di Belanda

Bikin Timnas Indonesia Berantakan, Patrick Kluivert Dilirik Jadi Asisten Xavi di Belanda

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Jangan Keluar Saat Magrib! Kisah Mengerikan Urang Bunian Segera Hantui Bioskop

Jangan Keluar Saat Magrib! Kisah Mengerikan Urang Bunian Segera Hantui Bioskop

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa

Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa

Bali | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:34 WIB

×