Kasus Siaran Bapak Bunuh Bayinya, Facebook dan Media Dikecam

Arsito Hidayatullah

Rabu, 26 April 2017 | 16:41 WIB
Kasus Siaran Bapak Bunuh Bayinya, Facebook dan Media Dikecam
Ilustrasi laman Facebook. (Shutterstock)

Suara.com - Media massa di Thailand mendapat kecaman pada Selasa (25/4/2017), terkait publikasi gambar-gambar seorang lelaki yang membunuh bayi perempuannya dalam siaran langsung (live) Facebook. Kasus memilukan ini pun memunculkan kemarahan dan menambah kekhawatiran akan munculnya kasus-kasus serupa.

Diketahui, video yang sempat disiarkan pada Senin itu berlokasi di kawasan sebelah selatan Phuket, Thailand. Dijelaskan pihak kepolisian setempat, vidoe itu memperlihatkan lelaki bernama Wuttisan Wongtalay yang menggantung bayinya di sebuah bangunan kosong, sebelum kemudian membunuh dirinya sendiri.

Video itu sendiri sempat tayang selama beberapa jam, sebelum akhirnya dihapus pada Selasa (25/4). Kasus ini memancing kegelisahan sekaligus seruan banyak orang kepada Facebook untuk bertindak lebih cepat menghapus konten-konten video berisikan kejahatan keji dan pembunuhan.

Pada Selasa itu, setidaknya satu koran harian besar Thailand juga diketahui memasang foto pembunuhan tersebut di halaman depannya. Lembaga media massa setempat pun segera bereaksi, dengan mengecam media yang menayangkan gambar-gambar vulgar dan tak pantas dari tindak kejahatan itu.

"Dewan Penyiaran Berita Thailand telah menerima sejumlah komplain terkait pemberitaan tentang seorang lelaki yang membunuh anaknya dan dirinya sendiri lewat Facebook Live," ungkap organisasi tersebut melalui pernyataan resminya.

"Pemberitaan-pemberitaan itu tidak pantas," tambah pihak organisasi tersebut, sembari memperingatkan stasiun televisi dan redaksi surat kabar tentang dampak negatif dari pemberitaan vulgar dari kejahatan sejenis.

"(Itu) Dapat mengarah pada munculnya pelaku-pelaku lain yang memahami bahwa tindakan seperti itu dapat menarik perhatian banyak orang," tambah keterangan itu.

Pihak kepolisian sendiri menduga bahwa pembunuhan itu terjadi lantaran masalah rumah tangga, terutama karena sang bapak merasa tidak senang dengan anak yang dimiliki istrinya dari orang lain.

"Istrinya memiliki anak lelaki berumur sekitar 4 tahun dari hubungannya sebelumnya," ungkap Jullaus Suvannin, salah satu petugas dalam kasus itu kepada AFP.

Sementara itu, dalam pernyataan yang disampaikan Selasa (25/4), pihak Facebook menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang "sangat buruk".

"Dipastikan bahwa sama sekali tidak ada tempat untuk konten sepetti ini di Facebook, dan (video) itu saat ini sudah dihapus," ungkap pihak Facebook kepada AFP.

Kasus ini sendiri bukan yang pertama terjadi, di mana belakangan diketahui sudah beberapa kali ada kejadian serupa (pembunuhan atau bunuh diri) yang ditayangkan melalui media sosial tersebut --termasuk kejadian di Indonesia.

Pekan lalu, bos Facebook, Mark Zuckerberg, telah berjanji akan berupaya menjauhkan fungsi siaran langsung di situs itu dari penggunaan untuk tindakan-tindakan mengerikan. Hal itu disampaikannya usai tayangan seorang lelaki di Ohio, AS, yang menembak mati seseorang tak dikenal, sebelum kemudian menembak dirinya sendiri usai pengejaran polisi.

"Kami akan mencoba bekerja dengan membuat kesepakatan, tidak sekadar menghimpun opini-opini dari luar sana," jelas Zuckerberg dalam sebuah pidato Rabu (19/4) lalu, sembari menambahkan bahwa Facebook masih punya banyak PR dalam hal ini.

Facebook sendiri mengklaim sudah punya tim moderator yang bekerja 24 jam, yang menentukan apakah sebuah konten yang dilaporkan harus dihapus. Tindak pembunuhan dan kejahatan merupakan prioritas mereka.

Namun begitu, pihak Facbeok mengakui bahwa tindakan mereka kalah cepat dibandingkan dengan begitu banyaknya jumlah konten yang diunggah setiap harinya. [AFP]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sadis! Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayinya Sendiri via Facebook

Sadis! Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayinya Sendiri via Facebook

News | Rabu, 26 April 2017 | 06:00 WIB

Mayat Bertato Mawar Ditusuk Belati Ditenggelamkan Pakai Batu

Mayat Bertato Mawar Ditusuk Belati Ditenggelamkan Pakai Batu

News | Senin, 24 April 2017 | 13:36 WIB

Tukang Ojek Dibacok Celurit dengan Brutal di Cilandak

Tukang Ojek Dibacok Celurit dengan Brutal di Cilandak

News | Senin, 24 April 2017 | 13:03 WIB

Joshua Tewas Dikeroyok, Jasadnya Dibuang ke Sungai

Joshua Tewas Dikeroyok, Jasadnya Dibuang ke Sungai

News | Minggu, 23 April 2017 | 02:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×