Ilmuwan Temukan Cara Hidupkan Orang Mati?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 26 Agustus 2017 | 18:19 WIB
Ilmuwan Temukan Cara Hidupkan Orang Mati?
Ilmuwan sedang melakukan penelitian. [Shutterstock]

Suara.com - Kehilangan orang yang dicintai untuk selama-lamanya memang menyedihkan, bahkan tak sedikit pasangan atau keluarga yang depresi setelah ditinggal mati orang yang dicintainya.

Meski kematian adalah takdir, ilmuwan kini menemukan cara untuk membuat orang yang sudah mati, hidup kembali. Ya kemajuan di bidang kedokteran mengantarkan para ilmuwan menemukan cara untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

Dalam video BrainCraft, yang dibawakan Vanessa Hill, dijelaskan bahwa otak terdiri dari triliunan koneksi yang membuat seseorang hidup. Jika jantung berhenti memompa darah selama beberapa menit, otak akan jatuh dalam keadaan hiruk-pikuk dimana beberapa saraf mati kelaparan dan lainnya berjuang untuk hidup.

Neurotransmitter menempatkan saraf dalam konsentrasi tinggi, yang menyebabkan perubahan listrik tak terkendali di otak. Hal ini menyebabkan bahan kimia beracun menumpuk dan membakar lubang di selaput saraf, yang pada gilirannya menyebabkan kematian sel lainnya secara terprogram.

Saraf mulai mati satu per satu, sampai otak berhenti berfungsi sama sekali. Namun, para ilmuwan mulai melirik manfaat sel punca atau stem cell yang bisa menghasilkan neuron baru.

Peneliti telah meyakini sel-sel punca ini bisa menjadi neuron baru yang memperbaiki sendiri jaringan otak yang cedera. Jadi, peneliti meyakini bahwa ada kemungkinan menghidupkan kembali seseorang yang telah meninggal melalui terapi sel punca.

Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti telah menanam sel punca di otak tikus yang sekarat. Hasilnya sel punca tumbuh menjadi neuron yang berfungsi penuh seperti sedia kala. Ke depan, metode ini bisa digunakan untuk memperbaiki kerusakan otak akibat stroke. Saat ini, beberapa percobaan tengah dilakukan untuk transplantasi neuron ke otak orang-orang dengan penyakit Parkinson.

Sebuah perusahaan medis di Philadelphia, Bioquark, berharap dapat menggunakan sel punca untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati dengan menyuntikkannya ke tulang belakang mereka. Subjek juga akan menerima campuran protein yang disuntikkan, stimulasi saraf listrik, dan terapi laser yang diarahkan ke otak.

Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan neuron baru dan memacu mereka untuk terhubung satu sama lain, yang berpotensi menghidupkan otak kembali. Konsep ini memang menimbulkan banyak pertanyaan, seperti apakah orang yang sudah mati akan kembali hidup dengan sosok yang sama?

Tapi, saat ini belum ada terapi sel punca yang disetujui FDA untuk memulihkan kondisi otak. Para ilmuwan berharap jika terapi ini berhasil pada tikus, suatu hari nanti juga dapat berlaku pada manusia. Bagaimana menurut Anda?(Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cukup 10 Menit Olahraga, Kurangi Risiko Kematian !

Cukup 10 Menit Olahraga, Kurangi Risiko Kematian !

Lifestyle | Selasa, 08 Agustus 2017 | 15:35 WIB

Posisi Tidur Ini 50 kali Berisiko Sebabkan Bayi Mati Mendadak

Posisi Tidur Ini 50 kali Berisiko Sebabkan Bayi Mati Mendadak

Health | Rabu, 02 Agustus 2017 | 18:19 WIB

Posisi Jenazah Korban Pompeii "Aneh"? Begini Penjelasannya

Posisi Jenazah Korban Pompeii "Aneh"? Begini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 16 Juli 2017 | 07:34 WIB

Ada Kehidupan Setelah Kematian, Ini Bukti Ilmiahnya

Ada Kehidupan Setelah Kematian, Ini Bukti Ilmiahnya

Tekno | Rabu, 08 Oktober 2014 | 18:53 WIB

Terkini

Masih Diburu Polisi! Syekh Ahmad Al Misry Cabuli 5 Santri Pakai Iming-iming Kuliah di Mesir

Masih Diburu Polisi! Syekh Ahmad Al Misry Cabuli 5 Santri Pakai Iming-iming Kuliah di Mesir

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Empat Kiper Persija Jakarta Digembleng Keras STY Saat TC Thailand, Aqil Savik Tetap Enjoy

Empat Kiper Persija Jakarta Digembleng Keras STY Saat TC Thailand, Aqil Savik Tetap Enjoy

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:05 WIB

7 Kandungan Skincare Paling Ampuh Memudarkan Flek Hitam

7 Kandungan Skincare Paling Ampuh Memudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Persib Tambah Koleksi Trofi Usai Pecundangi Bali United Igor Tolic Belum Puas

Persib Tambah Koleksi Trofi Usai Pecundangi Bali United Igor Tolic Belum Puas

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Menghidupi Kembali Tradisi Lokal: Menjaga Rinjani Lewat Sembeq Buraq

Menghidupi Kembali Tradisi Lokal: Menjaga Rinjani Lewat Sembeq Buraq

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Bukan Mesin Belanja: Ketika APBN Terus Dipakai Tanpa Membangun Mesin Uang

Bukan Mesin Belanja: Ketika APBN Terus Dipakai Tanpa Membangun Mesin Uang

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Kado Kemerdekaan dari Alam, Anak Gajah Sumatera Lahir di Sumsel

Kado Kemerdekaan dari Alam, Anak Gajah Sumatera Lahir di Sumsel

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, P2G Ingatkan Pemerintah Soal Status dan Karier Harus Jelas

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, P2G Ingatkan Pemerintah Soal Status dan Karier Harus Jelas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Belanja Bulanan Hemat Pakai Kartu BRI di Astro, Dapatkan Diskon Langsung!

Belanja Bulanan Hemat Pakai Kartu BRI di Astro, Dapatkan Diskon Langsung!

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Peringatan Dini Tsunami Flores Keluar Dua Menit, Apakah Cukup?

Peringatan Dini Tsunami Flores Keluar Dua Menit, Apakah Cukup?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:57 WIB

×