Big Data Bisa Menunjang Statistik Resmi Pemerintah

Ririn Indriani

Senin, 25 September 2017 | 20:18 WIB
Big Data Bisa Menunjang Statistik Resmi Pemerintah
Ilustrasi big data. (Shutterstock)

Suara.com - Big Data merupakan istilah yang menggambarkan penambahan kuantitas dan keberagaman data digital frekuensi tinggi, dan biasanya tidak berasal dari sumber tradisional. Implementasi Big Data pada statistik resmi di Indonesia saat ini sangat terbuka lebar.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Setia Pramana dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik.

Sebanyak tiga studi kasus telah dilakukan untuk melihat sejauh mana Big Data bisa memberikan kontribusi bagi pengolahan data statistik oleh pemerintah di Indonesia. Pertama, studi kasus yang memprediksikan pola komuter antarkota dengan menggunakan twitter.

Kedua, pengembangan model statistik untuk memperkirakan harga pangan dengan menggunakan crowdsourcing. Ketiga adalah Mobile Position Data (MPD) untuk statistik di bidang pariwisata.

Hasil penelitian menunjukkan adanya tren yang mirip antara pendekatan dengan menggunakan crowdsourcing dengan survei Badan Pusat Statistik (BPS) untuk semua komoditas. Demikian juga antara pendekatan menggunakan twitter dengan survei komuter 2014.

Sedangkan terkait penggunaan MPD untuk melihat statistik wisatawan, jumlah kunjungan berdasarkan roaming telekomunikasi dan kunjungan berdasarkan data imigrasi, menunjukkan adanya kemiripan.

"Studi yang dilakukan menunjukkan potensi implementasi Big Data dalam melengkapi statistik resmi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia," jelas Setia saat berbicara di Seminar International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS).

IWBIS diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) pada 23-24 September 2017 di Jakarta.

Menurut Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi, Prof Dr rer. Nat Rosari Saleh, IWBIS merupakan forum internasional yang didesain untuk meneliti inovasi penting terkait penelitian mengenai Big Data dan Information Security.
"Konferensi yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang kuat antara akademisi, ilmuwan dan juga para profesional," jelasnya.

Mereka akan mempresentasikan ide dan pengalaman masing-masing di bidang Big Data dan Information Security. Para keynote speakers yang akan berbicara adalah Prof. Hironori Washizaki (Waseda University), Prof. Dr. Rajkumar Buyya (University of Melbourne), Prof. Kim Kwangjo (KAIST), Prof. Tsukasa Hirashima, Ph.D. (Hiroshima University), dan Dr. Setia Pramana.

IWBIS menerima berbagai paper inovatif dari para peneliti di bidang akademisi, industri dan pemerintahan, yang menjabarkan penelitian terkait Big Data dan Information Security. Beberapa negara yang berpartisipasi dalam IWBIS 2017 yaitu Jepang, Australia, Korea Selatan, Indonesia, Jerman, Inggris, Belanda, Kroasia, Malaysia, dan Denmark.

Penyelenggaraan IWBIS 2017 didukung oleh Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi (KPPRI) UI, Samsung R&D Indonesia, Solusi247, serta Indonesia Cloud Computing Association.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RTI Dorong Penggunaan "Big Data" untuk Menentukan Kebijakan

RTI Dorong Penggunaan "Big Data" untuk Menentukan Kebijakan

News | Kamis, 21 April 2016 | 10:34 WIB

Panasonic Punya Teknologi Baru Pengarsipan Ramah di Kantong

Panasonic Punya Teknologi Baru Pengarsipan Ramah di Kantong

Tekno | Kamis, 17 Maret 2016 | 07:04 WIB

Pita Kaset Ini Bisa Simpan 60 Juta Lagu

Pita Kaset Ini Bisa Simpan 60 Juta Lagu

Tekno | Selasa, 06 Mei 2014 | 17:14 WIB

Terkini

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Surakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

×