Studi: Aktivitas Manusia Picu Gempa Mematikan

Liberty Jemadu

Selasa, 03 Oktober 2017 | 10:41 WIB
Studi: Aktivitas Manusia Picu Gempa Mematikan
Ilustrasi kerusakan akibat gempa bumi. [Shutterstock]

Suara.com - Gempa bumi selalu dianggap sebagai misteri. Tak ada yang bisa mengetahui dengan pasti kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi dipercaya sebagai pameran kekuatan alam yang mahadahsyat.

Tetapi sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa gempa bumi rupanya tak semisterius itu. Bahkan, gempa bumi yang bisa menelan ribuan korban jiwa, sebenarnya bisa dipicu oleh aktivitas ekonomi manusia.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Seismological Research Letters pada akhir September kemarin, sejumlah peneliti dari Durham University, Inggris menemukan 730 lokasi gempa bumi di dunia yang dipicu oleh aktivitas manusia selama 150 terakhir.

Meski telah lama diketahui bahwa manusia bisa memengaruhi aktivitas seismik, tetapi para peneliti terkejut karena dalam riset mereka ditemukan aktivitas manusia bisa memicu gempa bumi yang kekuatannya hingga 7,9 skala Richter (SR).

Gempa bumi karena sebab alami biasanya terjadi di sepanjang garis patahan, tempat bertemunya dua lempeng tektoknik. Tetapi gempa bumi yang dipicu aktivitas manusia bisa terjadi di daerah yang jauh dari ujung lempeng tektonik.

Salah satu aktivitas ekonomi manusia yang bisa memicu gempa bumi adalah pertambangan. Pengerukkan material dari dalam tanah bisa memicu keruntuhan yang memicu gempa bumi.

Menurut data para peneliti, gempa bumi di sekitar 271 lokasi di dunia disebabkan oleh pertambangan.

Selain pertambangan, pembangunan dam atau bendungan juga bisa memicu gempa bumi. Beberapa kali gempa bumi di 167 lokasi di dunia disebabkan oleh bendungan.

Salah satu contohnya adalah gempa bumi di provinsi Sichuan, Cina pada 2008 silam. Berdasarkan riset para peneliti, gempa bumi 7,9 SR yang menelan korban hingga 80.000 jiwa itu dipicu oleh bendungan Zipingu, yang menampung air berbobot 320 juta ton.

Di Amerika Serikat gempa bumi yang berhubungan dengan aktivitas manusia mayoritas dipicu oleh fracking, sebuah metode penambangan minyak atau gas bumi dengan cara menginjeksikan cairan bertekanan tinggi ke lapisan batuan.

Menurut lembaga survei geologi AS (USGS), fracking bisa memicu aktivitas seismik. Proses ini bisa menyebabkan retakan pada bebatuan dan melumas lempengan yang bertumbukkan.

Di AS sendiri setidaknya ada 77 lokasi fracking yang pernah dilanda gempa bumi. Oklahoma, salah satu daerah di AS yang dulunya jarang mengalami gempa, kini diguncang ratusan gempa kecil setiap tahunnya karena ramainya aktivitas fracking.

Faktor yang terakhir adalah ledakkan nuklir. Ada 22 lokasi di dunia yang beberapa kali diguncang gempa akibat ledakan nuklir.

"Semua pengaruh proyek anthropogenic memaksa adanya perubahan pada kerak bumi. Jadi kita tak seharusnya terkejut jika Bumi memberikan respon dan dalam beberapa kasus, respon yang diberikan berupa gempa bumi," jelas Miles Wilson, ilmuwan dari Durham University, yang menyusun penelitian itu. (National Geographic)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Status Siaga! Semeru Banjir Lahar Dingin 6 Jam hingga Tanggul Lumajang Jebol

Status Siaga! Semeru Banjir Lahar Dingin 6 Jam hingga Tanggul Lumajang Jebol

News | Senin, 02 November 2026 | 09:22 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

News | Senin, 02 November 2026 | 09:03 WIB

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:28 WIB

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Serentak Pukul 10 Pagi! Pemprov DKI Gelar Simulasi Gempa Bumi di 494 Gedung dan Sekolah

Serentak Pukul 10 Pagi! Pemprov DKI Gelar Simulasi Gempa Bumi di 494 Gedung dan Sekolah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Dampak Gempa Flores pada Ibu dan Anak: Kebutuhan Produk Sanitasi Mendesak di Pengungsian

Dampak Gempa Flores pada Ibu dan Anak: Kebutuhan Produk Sanitasi Mendesak di Pengungsian

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Gempa 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia 73 Tahun Meninggal karena Kaget

Gempa 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia 73 Tahun Meninggal karena Kaget

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Update Kondisi Sumba Barat Usai Diguncang Gempa 6,1 M: 26 Bangunan Rusak, 1 Warga Jadi Korban

Update Kondisi Sumba Barat Usai Diguncang Gempa 6,1 M: 26 Bangunan Rusak, 1 Warga Jadi Korban

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Terkini

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:07 WIB

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:03 WIB

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:02 WIB

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Sengketa Pajak Hashim Djojohadikusumo di Swiss Viral: Utang Miliaran hingga Sita Aset Mewah

Sengketa Pajak Hashim Djojohadikusumo di Swiss Viral: Utang Miliaran hingga Sita Aset Mewah

Video | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

×