BMKG Pastikan Tsunami Jepang Tidak Sampai Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 April 2026 | 17:02 WIB
BMKG Pastikan Tsunami Jepang Tidak Sampai Indonesia
Ilustrasi tsunami (Pexels)
  • BMKG menyatakan gempa M 7,4 di Jepang tidak mengancam wilayah pesisir Indonesia saat ini.

  • Gelombang tsunami setinggi 80 cm telah mencapai daratan Jepang di wilayah Prefektur Aomori.

  • Otoritas Jepang menginstruksikan evakuasi segera bagi warga di zona bahaya untuk meminimalisir risiko.

Suara.com - BMKG menegaskan bahwa aktivitas seismik besar di lepas pantai Honshu Jepang tidak memberikan ancaman gelombang tsunami bagi wilayah Indonesia.

Kepastian ini muncul setelah tim teknis melakukan pemodelan komprehensif terhadap parameter gempa yang mengguncang wilayah Pasifik utara tersebut.

Meskipun Jepang menetapkan status darurat di beberapa wilayahnya, jarak dan posisi episenter menjaga perairan nusantara tetap dalam kondisi stabil.

Lonjakan aktivitas tektonik ini sempat memicu kekhawatiran global mengingat besaran magnitudo yang mencapai angka signifikan pada skala Richter.

BMKG bergerak cepat mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kepanikan warga di sepanjang garis pantai Indonesia.

"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," ujar Rahmat dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 ini terdeteksi muncul dari pergerakan aktif di bawah permukaan laut dalam skala dangkal.

Lokasi pusat gempa terpantau berada pada koordinat 39.92° LU dan 142.88° BT dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Interaksi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk menjadi pemicu utama terjadinya deformasi batuan yang mendadak ini.

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," jelasnya.

Pemerintah Jepang melalui badan meteorologinya (JMA) segera memberlakukan status Awas untuk area pusat pantai Pasifik.

Beberapa prefektur seperti Aomori dan Iwate menjadi titik fokus evakuasi karena posisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan episenter.

Laporan lapangan menunjukkan bahwa gelombang tsunami kecil mulai menyentuh daratan tak lama setelah guncangan hebat berhenti.

Sensor pemantau laut mencatat adanya kenaikan muka air yang mencapai tinggi puluhan sentimeter di titik-titik tertentu.

Data dari JMA mengonfirmasi bahwa ketinggian tsunami di wilayah terdampak secara spesifik telah mencapai angka 80 sentimeter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR

Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR

News | Senin, 20 April 2026 | 16:51 WIB

PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter

PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter

News | Senin, 20 April 2026 | 16:37 WIB

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

News | Senin, 20 April 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik

Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:41 WIB

AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam

AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:33 WIB

Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan

Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:27 WIB

Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:23 WIB

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:10 WIB

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 21:06 WIB

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:58 WIB

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:47 WIB

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:41 WIB

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:40 WIB