Siapa Pribumi di Indonesia?

Liberty Jemadu

Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:10 WIB
Siapa Pribumi di Indonesia?
Sejumlah anak sedang bermain di sebuah air terjun sambil membawa bendera Merah Putih. [Shutterstock]

Suara.com - Dalam masyarakat Indonesia sering ada dikotomi antara pribumi dan pendatang. Pribumi berarti penghuni asli. Pendatang bukan penghuni asli. Dalam sejarah Indonesia modern, dikotomi ini sering menciptakan ketegangan antarkelompok dan rasisme dalam masyarakat.

Padahal, menurut penelitian genom manusia, semua orang Indonesia adalah pendatang. Genetika manusia Indonesia adalah hasil pencampuran genetika nenek moyang keturunan manusia modern (Homo sapiens) yang berkelana dari Afrika dan datang secara bergelombang dalam kurun waktu puluhan ribu tahun dengan rute yang berbeda-beda sampai ke wilayah nusantara.

Saya mempelajari keragaman genetika manusia Indonesia. Penelitian saya, bekerja sama dengan ilmuwan dari ranah antropologi, arkeologi, budaya, bahasa dan teknik informatika, berupaya merekonstruksi sejarah hunian kepulauan nusantara. Singkatnya, saya mencoba mencari tahu siapa sesungguhnya leluhur kita dari penelusuran genetik.
Menelusuri migrasi lewat genetika

Ada tiga penanda genetik yang dapat digunakan untuk mempelajari migrasi manusia. Pertama, kromosom Y, yaitu struktur protein dan asam nukleat dalam sel sperma. Kromosom Y menurunkan DNA dari ayah ke anak-anaknya.

Kedua, materi genetik dalam mitokondria, disebut juga DNA mitrokondria, yang diturunkan ibu ke seluruh anak-anaknya. Mitokondria adalah struktur di dalam sel yang mengubah asupan makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh.

Para peneliti genom manusia mengelompokkan manusia yang memiliki kesamaan baik dalam kromosom Y atau DNA mitokondria ke dalam populasi-populasi genetik dan menyebutnya haplogroup yang merupakan motif spesifik di kedua DNA tersebut.

Penanda genetik ketiga adalah DNA autosom yang diturunkan secara parental dari kedua orang tua.

Saya dan rekan-rekan peneliti di Lembaga Eijkman mengumpulkan dan menganalisis kurang lebih 6.000 sampel DNA dari beberapa lokasi di Indonesia untuk melihat haplogroup dari manusia Indonesia. Lebih dari 3700 individu dari 35 etnis diuji DNA mitokondria-nya, hampir 3000 juga diuji untuk kromosom Y.

Ragam populasi genetik manusia Indonesia

Dengan menggunakan DNA mitokondria, kami menemukan di Indonesia bagian barat ada haplogroup M, F, Y2, dan B. Haplogrup ini sebagian besar penutur bahasa Austronesia, yang dituturkan di Asia Tenggara, Madagaskar, dan Kepulauan di Pasifik.

Sementara di Indonesia bagian timur kami temukan kelompok haplogroup Q dan P. Dua kelompok haplogrup terakhir unik dimiliki oleh orang-orang Papua dan Nusa Tenggara saja. Haplogroup Q dan P merupakan penutur bahasa non-Austronesia.

Yang menarik adalah Mentawai dan Nias, haplogrup-nya mengelompok sendiri dengan suku asli Formosa, penutur bahasa Austronesia yang mengembara ke arah selatan sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Datang bergelombang

Dengan menggabungkan penelitian genetika dengan pengetahuan arkeologi dan linguistik, kita bisa mengetahui bahwa nenek moyang kita datang secara bergelombang.

Sejarah pengembaraan nenek moyang kita dimulai 72.000 tahun yang lalu, ketika sekelompok Homo sapiens atau manusia modern dari benua Afrika berpindah ke bagian selatan semenanjung Arab menuju India.

Gelombang pertama keturunan kelompok ini sampai di daerah yang sekarang menjadi Kepulauan Nusantara sekitar 50.000 tahun yang lalu. Pada waktu itu Paparan Sunda atau Sundaland, yang sekarang adalah Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaya, dan Jawa masih bersatu. Keturunan kelompok ini terus mengembara hingga Australia.

Indikasi bahwa kepulauan kita telah dihuni manusia modern pada saat itu dapat dilihat dari penemuan arkeologi. Di Sarawak, wilayah Malaysia di Pulau Kalimantan, ditemukan rangka yang berumur sekitar 34.000 hingga 46.000 tahun.

Dan di tembok gua-gua di Maros, Sulawesi Selatan, ada gambar-gambar pra-sejarah di tembok gua di Maros, yang berumur sekitar 40.000 tahun.

Migrasi yang kedua datang dari Asia Daratan, wilayah yang sekarang menjadi Vietnam sekitar 30.000 tahun yang lalu. Migrasi ketiga adalah kedatangan penutur berbahasa Astronesia dari Formosa sekitar 5.000-6.000 tahun yang lalu.

Terakhir adalah penyebaran agama Hindu serta berdirinya kerajaan India, antara abad ketiga sampai ketiga belas. Kejadian ini menghasilkan berbagai haplogrup yang berasal dari Asia selatan dan kini bisa ditemukan dalam frekuensi rendah di Bali, Jawa, Borneo, dan Sumatra. Selain itu juga terjadi penyebaran agama Islam dari Arabia dan ditemukannya haplogrup O-M7 yang merupakan marka Tiongkok.

Mengapa menelusuri asal usul leluhur penting?

Sebelum penelitian yang kami lakukan ini tidak ada data mengenai genetika manusia Indonesia dalam penelitian mengenai genom manusia di dunia. Para peneliti dunia memiliki data pengembaraan manusia sampai di Asia daratan saja dari kajian genetik, tetapi kemudian meloncat ke Australia karena sama sekali tidak ada data dari Indonesia yang mendukung.

Dengan mengumpulkan dan menganalisis data genetika manusia Indonesia kita bisa mengisi kekosongan data pengembaraan manusia antara daratan Asia dengan Pasifik.

Genetika manusia Indonesia adalah percampuran dari berbagai kelompok manusia. Penelitian kami menunjukkan adanya pembauran. Data genetik yang kami temukan menunjukkan bahwa Kepulauan Nusantara pernah menjadi pusat peradaban.

Banyak orang menanyakan kegunaan penelitian keanekaragaman manusia Indonesia ini. Penelitian telah memberikan informasi mendasar tentang mutasi terkait penyakit yang spesifik etnis seperti pada penyakit genetika darah talasemia. Talasemia merupakan penyakit genetika utama di Indonesia.

Dengan memiliki data mutasi tersebut maka diagnosis yang dibuat dapat ditargetkan pada mutasi terbanyak yang ada pada etnis tertentu. Hal ini jelas akan memudahkan penanganan penyakit, meringankan pasien dan meningkatkan pelayanan.

Penelitian genetika yang memperlihatkan struktur populasi Indonesia, ternyata sesuai juga dengan hasil penelitian soal patogen manusia seperti Hepatitis B dan C serta dengue. Jadi penelitian genetika membantu dalam menangani penyakit secara tepat.

Mengenai DNA autosom? Ini akan memberikan gambaran faktor prediksi terhadap terjadinya penyakit tertentu. Bukankah mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati setelah jatuh sakit.

The ConversationArtikel ini pertama kali dipublikasikan di The Conversation.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Nobar Film Bapak Paling Jujur, Anies Baswedan Bicara soal Integritas hingga Sentilan Politik

Nobar Film Bapak Paling Jujur, Anies Baswedan Bicara soal Integritas hingga Sentilan Politik

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi

Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?

Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Presidential Threshold Dihapus, Kini Muncul Syarat Minimal Didukung 2 Parpol: Apa Bedanya?

Presidential Threshold Dihapus, Kini Muncul Syarat Minimal Didukung 2 Parpol: Apa Bedanya?

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:11 WIB

Pramono Ajak Anies Nonton Persija Bareng di JIS: Legacy-nya Sekarang Bisa Dinikmati

Pramono Ajak Anies Nonton Persija Bareng di JIS: Legacy-nya Sekarang Bisa Dinikmati

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?

Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×