Suara.com - Meski telah wafat, Stephen Hawking masih hidup di hati banyak orang. Tidak hanya saat dia masih hidup tapi banyak hasil pemikirannya setelah dia wafat bermanfaat bagi banyak orang. Tidak hanya itu, profesor ini pun memberikan hadiah terakhir yang membuat banyak orang meneteskan air mata.
Profesor Hawking telah membayar sejumlah makanan untuk perayaan Paskah yang ditujukan bagi para tunawisma di kota, lengkap dengan dekorasi dan bunga. Lebih dari 50 tamu menikmati makanan yang disiapkan oleh FoodCycle di Gereja Wesley Methodist.
Sebuah catatan yang ditinggalkan di meja memberi tahu para tamu bahwa makan siang itu adalah 'hadiah dari Stephen'.
FoodCycle Cambridge mengatakan, "Kami sangat berterima kasih kepada keluarga Hawking atas donasi murah hati mereka, sehingga kami dapat memberikan jamuan Paskah istimewa kepada para tamu kami kemarin."
![Ucapan terima kasih relawan yang ikut aktivitas 'Hadiah Terakhir Stephen Hawking' di hari pemakamannya. [Twitter/@AlexCollisCam]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/04/04/73685-postingan-twitter.jpg)
Foto: Kartu dari keluarga mending Profesor Hawking. [Twitter/@AlexCollisCam]
Relawan Caroline Lenoury menambahkan, "Makan siang Paskah yang istimewa dan penuh emosional di Foodcycle Cambridge terjadi hari ini. Untuk pemakaman Stephen Hawking, keluarganya memberikan sumbangan dan memberi tahu kami bahwa makan siang adalah hadiah dari Stephen”.
Cambridge FoodCycle, yang telah berjalan sejak 2010, menawarkan makanan gratis bagi orang-orang dengan menyediakan makanan yang disumbangkan atau tidak terpakai.
Profesor Hawking meninggal dengan tenang di rumahnya di Cambridge pada tanggal 14 Maret lala dalam usia 76 tahun. Pemakamannya diadakan di Gereja Great St Mary pada hari Sabtu lalu. Eddie Redmayne, yang berperan sebagai profesor di Theory of Everything 2014, berada di antara 500 tamu yang diundang ke pemakaman. Lonceng gereja berdentang 76 kali ketika peti matinya tiba. [Metro]