Dicecar soal Penyebaran Berita Hoax, Mark Zuckerberg Buka Suara

Dythia Novianty

Kamis, 24 Mei 2018 | 08:25 WIB
Dicecar soal Penyebaran Berita Hoax, Mark Zuckerberg Buka Suara
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]

Suara.com - Mark Zuckerberg  kembali menghadapi Parlemen Eropa yang kali ini dirinya mengakui bahwa Facebook belum berhasil mencegah penyalahgunaan informasi pribadi dan penyebaran berita palsu (hoax). Dia juga mengakui bahwa raksasa media sosial perlu berbuat lebih banyak untuk mengatasi terorisme, ujaran kebencian, dan bullying online saat dia ditanyai oleh Parlemen Eropa pada hari Selasa (22/5/2018).

Di Brussels, politisi senior mengkritik Zuckerberg dengan satu pertanyaan apakah dia telah menciptakan 'monster digital'. Dalam pernyataan pembukaannya, dia mengatakan bahwa Facebook belum berhasil mencegah penyebaran berita palsu, campur tangan asing dalam pemilihan dan penyalahgunaan informasi pribadi.

"Kami tidak mengambil pandangan yang cukup luas tentang tanggung jawab kami. Itu adalah kesalahan dan saya menyesalinya. Ini akan membutuhkan waktu untuk mengatasi semua perubahan yang perlu kita lakukan tetapi saya berkomitmen untuk membereskan semua masalah," katanya.

Terkait soal berita palsu, ia menambahkan, pihaknya memiliki pedoman untuk melawan ini dengan menghapus cara-cara di mana spammer dapat menghasilkan uang, jadi mereka pergi dan melakukan sesuatu yang lain.

"Jadi untuk melakukan ini, kami melarang situs yang secara teratur menyebarkan berita palsu dari menggunakan produk iklan kami sehingga mereka tidak dapat menghasilkan uang darinya," jelas Zuckerberg.

Manfred Weber, pemimpin Partai Rakyat Eropa di parlemen, menyarankan agar Facebook harus lebih kuat. Sedangkan Guy Verhofstadt, pemimpin kelompok Liberal di parlemen, mengatakan Zuckerberg terancam diingat sebagai 'seorang jenius yang menciptakan monster digital yang menghancurkan demokrasi dan masyarakat'.

Mantan pemimpin UKIP Nigel Farage mengatakan bahwa sejak Januari, Facebook telah mengubah algoritmanya yang secara langsung mengarah pada penurunan pandangan dan keterlibatan yang sangat besar dengan mereka yang memiliki pandangan politik.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]

Foto: CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]

baca juga

Menanggapi pertanyaan para anggota parlemen, Zuckerberg menekankan bahwa pidato kebencian, penindasan, teror, kekerasan, semua konten ini tidak memiliki tempat di layanan Facebook.

"Tetapi untuk benar-benar melaksanakannya, kami perlu meningkatkan dan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengeksekusi kebijakan kami," jawabnya.

Dia mengatakan bahwa perusahaan itu menggunakan lebih banyak kecerdasan buatan untuk mendeteksi konten yang menyinggung. Zuckerberg juga mengakui bahwa ada upaya ikut campur tangan dalam pemilihan 'seperti orang-orang Rusia mampu dalam pemilihan presiden AS pada tahun 2016'.

"Kami tidak akan pernah sempurna dalam hal ini. Orang-orang yang mencoba ikut campur dalam proses pemilihan, memiliki akses ke beberapa alat AI yang sama yang akan kita lakukan. Ini perlombaan senjata dan kami harus terus bekerja untuk tetap berada di depan," bebernya.

Dia menegaskan bahwa persaingan yang dihadapi Facebook dari 'pesaing baru muncul setiap hari' dan sementara itu menarik 6 persen dari iklan global. Dia juga menyoroti 18 juta bisnis kecil di Eropa yang menggunakan alat Facebook. Zuckerberg juga mengingatkan, media sosial ini selalu membayar pajak yang diharuskan sesuai hukum dan sedang membuat investasi signifikan di bidang ekonomi UE.

Zuckerberg sejauh ini menolak pemanggilan dirinya ke Westminster untuk menjawab pertanyaan anggota parlemen. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berantas Konten Radikal, Pemerintah Cari Cara Jerat Facebook

Berantas Konten Radikal, Pemerintah Cari Cara Jerat Facebook

Tekno | Rabu, 23 Mei 2018 | 04:48 WIB

Ini Data Pengguna yang Diserahkan Facebook ke Pengiklan

Ini Data Pengguna yang Diserahkan Facebook ke Pengiklan

Tekno | Sabtu, 19 Mei 2018 | 04:55 WIB

Postingan Dihapus, Pengguna Facebook Disarankan Ajukan Banding

Postingan Dihapus, Pengguna Facebook Disarankan Ajukan Banding

Tekno | Jum'at, 18 Mei 2018 | 23:37 WIB

Facebook Hapus Ribuan Konten Terkait Aksi Teror di Surabaya

Facebook Hapus Ribuan Konten Terkait Aksi Teror di Surabaya

Tekno | Jum'at, 18 Mei 2018 | 16:48 WIB

Kominfo Temukan 1.285 Konten Berbau Radikalisme dalam 3 Hari

Kominfo Temukan 1.285 Konten Berbau Radikalisme dalam 3 Hari

Tekno | Rabu, 16 Mei 2018 | 17:57 WIB

Isu Bom Meledak di Satpas Colombo Surabaya, Hoax

Isu Bom Meledak di Satpas Colombo Surabaya, Hoax

News | Senin, 14 Mei 2018 | 11:08 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×