Terkuak: Buku "Menang" Lawan e-Book

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 30 Mei 2018 | 13:18 WIB
Terkuak: Buku "Menang" Lawan e-Book
Buku tetap disuka dibandingkan e-book yang revolusioner dan sangat modern [Shutterstock].

Suara.com - Anda suka menciumi bau buku baru, mendengarkan bunyi lembar-lembarnya saat dibuka, atau mendekapnya erat-erat saat menunggu membacanya? Jangan takut dituduh produk zaman old.  Pakar menyatakan ini kondisi sehat, karena indera kita turut terlibat.

Dari penelitian yang dilakukan University of Arizona, Amerika Serikat, sejumlah ahli menyimpulkan bahwa telah terjadi sebuah persepsi psikologis terhadap kepemilikan buku digital atau e-book.

Professor Sabrina Helm, dari University of Arizona dan rekan-rekannya melakukan riset persepsi dan kebiasaan konsumen. Respondennya, sebagaimana dilansir jurnal Electronic Markets, berasal dari empat kelompok usia. 

Yaitu satu grup dari angkatan Baby Boomers (lahir 1946 – 1964); satu grup dari Generation X (1961-1971), dan dua group produk milenial (mulai 1981 ke atas) yang dibagi menjadi sub-grup milenial pendahulu dan sub-grup siswa.

Lewat diskusi moderasi, responden diminta menyatakan kecenderungan mereka dalam memilih buku bacaan. Perlu sebuah buku yang hadir secara fisik, atau lebih suka mengandalkan e-book semata.

Hasilnya tak terduga. Meski grup milenial secara stereotip disebut-sebut selalu berpatokan kepada jargon “serba teknologi di setiap waktu”, ternyata  mereka masih menggemari atau merindukan saat-saat “memeluk” buku dibandingkan terpaku menatap buku-buku non-fisik.

Sementara grup dengan usia di atas kelompok ini sudah bisa dipastikan: jelas-jelas merindukan fisik sebuah buku.

“Inilah yang disebut kepemilikan secara psikologis. Meskipun nilai posesif ini tidak mengarah ke ranah hukum atau hak,  tetapi ada persepsi “ini barang milik saya”,” jelas Helm yang menjadi pimpinan penelitian.

Perasaan manusia terhadap kepemilikan secara psikologis didasarkan pada tiga faktor: memiliki kesukaan atau kontrol atas obyek yang dimiliki, menggunakan obyek ini untuk mendefinisikan siapa mereka, dan apakah obyek ini membantu mereka memiliki rasa kepemilikan dalam sebuah komunitas atau masyarakat," tambah pengajar di John and Doris Norton School of Family and Consumer Sciences, College of Agriculture and Life Sciences di University of Arizona itu.

baca juga

“Kepemilikan secara psikologis ini penting bagi persepsi manusia karena menjelaskan bagaimana mereka menilai produk, layanan, atau obyek,” jelasnya. “Dalam konteks dengan produk digital, rasa kepemilikan ini tidak benar-benar muncul, karena bentuknya sebatas file di komputer, gadget, sampai Cloud. Sehingga dirasakan lebih condong sebagai konsep dibanding hal yang aktual atau benar-benar ada.”

Pernyataan ini diperkuat bahwa seluruh responden dari semua grup partisipan menyatakan rasa frustasi saat gagal melakukan pengkopian file digital ke berbagai perangkat mereka. Lalu kenyataan bahwa  e-book tidak bisa dijadikan kado buat teman, juga tidak membuka peluang untuk kegiatan tukar pinjam laiknya buku biasa, telah membuat responden merasa memiliki keterbatasan akan e-book.

Responden mengungkapkan betapa ada nilai emosi dalam sebuah buku biasa atau yang hadir secara fisik. Hal ini khususnya buku-buku yang dimiliki sejak masih kanak-kanak.  Secara tidak langsung, buku fisik telah mengajak indera selain penglihatan untuk ikut  menikmati: seperti bau buku baru,bunyi lembaran saat dibuka, sampai bisa membubuhkan catatan atau menempelkan keterangan di buku dengan kertas berperekat.

Koleksi buku yang hadir secara fisik mampu mengidentifikasikan diri mereka kepada pihak lain, saat menilik rak buku. Sementara di e-book, hal ini tidak terjadi.

“Hasil akhirnya, buku dan e-book memang produk yang sama sekali berbeda, baik di soal nilai maupun keberadaan,” tandas Helm. “Kalau bicara e-book, lebih kepada pengalaman layanan, dan mengarah ke kondisi fungsional semata. Sementara, seseorang merasa lebih “kaya” bila memiliki buku yang bisa dipegang dan seluruh indera terlibat di dalamnya.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Lebih Suka Lelaki yang Berfisik Kuat

Perempuan Lebih Suka Lelaki yang Berfisik Kuat

Lifestyle | Rabu, 13 Desember 2017 | 13:17 WIB

Dua Penyakit Ini Incar Orang yang Kesepian

Dua Penyakit Ini Incar Orang yang Kesepian

Health | Rabu, 20 April 2016 | 15:12 WIB

Ribet dan Mahal, Label SNI Marak Dipalsukan Produsen

Ribet dan Mahal, Label SNI Marak Dipalsukan Produsen

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2015 | 00:42 WIB

Terkini

Kondisi Rupiah Terus Ambruk, Dolar AS Makin Naik ke Level Rp17.894

Kondisi Rupiah Terus Ambruk, Dolar AS Makin Naik ke Level Rp17.894

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:35 WIB

Bitcoin Hingga DOGE Melesat, Indeks CFX10 Terbang Tinggi 5,95%

Bitcoin Hingga DOGE Melesat, Indeks CFX10 Terbang Tinggi 5,95%

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:31 WIB

Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar

Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 09:29 WIB

Asing Mulai Borong Lagi, Saham BUMI Siap Rebound ke Level Ini?

Asing Mulai Borong Lagi, Saham BUMI Siap Rebound ke Level Ini?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:28 WIB

Perasaan Campur Aduk Dean James Kembali Bela Timnas Indonesia, Usung Target Juara FIFA ASEAN Cup

Perasaan Campur Aduk Dean James Kembali Bela Timnas Indonesia, Usung Target Juara FIFA ASEAN Cup

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 09:26 WIB

Profil Den Baguse Ngarso Susilo Nugroho, Seniman Yogyakarta yang Meninggal Dunia

Profil Den Baguse Ngarso Susilo Nugroho, Seniman Yogyakarta yang Meninggal Dunia

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 09:25 WIB

Banjir Bandang Solok, Pengendara Diminta Lewat Jalur Alternatif

Banjir Bandang Solok, Pengendara Diminta Lewat Jalur Alternatif

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 09:24 WIB

MedcoEnergi (MEDC) Raup Laba Bersih 275 Juta Dolar AS di Semester I 2026

MedcoEnergi (MEDC) Raup Laba Bersih 275 Juta Dolar AS di Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:21 WIB

Viral Video Cahaya Misterius di Langit Iran: UFO atau Pesawat Tempur? Ini Faktanya

Viral Video Cahaya Misterius di Langit Iran: UFO atau Pesawat Tempur? Ini Faktanya

News | Selasa, 22 September 2026 | 09:21 WIB

7 Cara Mengatasi Wajan Stainless Steel Lengket saat Menggoreng agar Masakan Tak Hancur

7 Cara Mengatasi Wajan Stainless Steel Lengket saat Menggoreng agar Masakan Tak Hancur

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 09:18 WIB

×