Oumuamua Mata-mata Alien? Ini Hasil Penelitian NASA

Liberty Jemadu

Jum'at, 16 November 2018 | 19:45 WIB
Oumuamua Mata-mata Alien? Ini Hasil Penelitian NASA
Objek interstelar yang dinamai Oumuamua seperti yang direka ulang oleh para artis. [AFP/European Southern Observatory/M. Kornmesser]

Suara.com - Oumuamua, objek antarbintang yang menghampiri tata surya kita akhir tahun 2017 lalu, sedang jadi topik hangat beberapa waktu terakhir setelah dua astronom Universitas Harvard, Amerika Serikat mengatakan bahwa ia diduga kuat adalah pesawat mata-mata alien.

Tetapi sebuah studi terbaru dari laboratorium Jet Propulsion Laboratory (JPL) dari NASA baru-baru ini menunjukkan bahwa Oumuamua adalah komet yang datang dari tata surya lain yang memang unik.

Dalam penelitian itu, NASA meneliti Oumuamua menggunakan teleskop infra merah Spitzer Space Telescope (SST). Teleskop antariksa itu memiliki lensa dengan diameter 33,5 inci dan karenanya mampu melihat lebih jauh ke tata surya kita.

"Oumuamua memang penuh kejutan sejak pertama kali ditemukan, jadi kami bersemangat untuk melihat apa yang bisa ditemukan oleh Spitzer," kata David Trilling pemimpin penelitian itu.

SST membidik Oumuamua selama dua bulan setelah ia melewati titik terdekatnya dengan Bumi, ketika jaraknya dari planet kita sekitar 24,1 juta kilometer. Sayang, SST justru tak berhasil mendeteksi objek antarbintang itu.

Tetapi kata Trilling hasil itu justru membuka cakrawala pengetahuan baru soal Oumuamua.

"Fakta bahwa Oumuamua terlalu kecil untuk dideteksi Spitzer adalah sebuah hasil yang sangat bernilai," ujar Trilling.

Pengetahuan pertama dari kegagalan SST mendeteksi objek asing itu adalah soal dimensinya. Oumumua diperkirakan memiliki diameter 440 meter, 140 meter, atau 100 meter. Hasil yang beragam itu dikarenakan para peneliti belum mengetahui dari material apa Oumuamua terbentuk.

Selain itu, pengamatan SST juga menemukan bahwa permukaan Oumuamua 10 kali lebih reflektif dari komet lain di tata surya kita.

Lazimnya ketika sebuah komet mendekati bintang, maka bagian interior komet yang terbuat dari es akan berubah menjadi gas. Semburan gas ini bisa membuat kecepatan komet berubah dan proses ini dikenal sebagai outgassing.

Ini juga terjadi pada Oumuamua ketika ia mendekati dan terpapar panas Matahari. Tetapi karena Oumuamua adalah objek antarbintang, yang menempuh perjalanan lebih jauh dari komet lainnya, maka lapisan esnya dan debu di permukannya lebih tebal. Karenanya ia diduga menyemburkan lebih banyak gas saat mendekati Matahari.

Tetapi ketika ia meninggalkan Matahari, gas-gas itu membeku lagi sehingga membuat permukaan komet itu lebih kinclong.

Temuan NASA ini mementahkan teori dua peneliti Harvard yang mengatakan bahwa Oumuamua adalah pesawat kiriman alien yang memanfaatkan energi radiasi Matahari untuk mengubah kecepatannya (light sail).

Sayangnya masih banyak pertanyaan tentang Oumuamua yang belum terjawab. Sialnya lagi, Oumuamua diperkirakan tak akan kembali lagi ke tata surya kita. (Popular Mechanics)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketika Latihan Militer Berujung Teror Alien di Film War Machine

Ketika Latihan Militer Berujung Teror Alien di Film War Machine

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Ini Lokasi, Tema, Sejarah, dan Cara Memperingatinya

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Ini Lokasi, Tema, Sejarah, dan Cara Memperingatinya

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia 2026? Kenali Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia 2026? Kenali Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?

Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan

Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 13:50 WIB

Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial

Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 16:25 WIB

Puing Antariksa Kian Bertambah, PBB Minta Negara-Negara Kurangi Dampak Lingkungannya

Puing Antariksa Kian Bertambah, PBB Minta Negara-Negara Kurangi Dampak Lingkungannya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:55 WIB

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:00 WIB

Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa

Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×