Warna Matahari Sesungguhnya Adalah Putih, Kok Bisa?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 20 November 2018 | 12:30 WIB
Warna Matahari Sesungguhnya Adalah Putih, Kok Bisa?
Ilustrasi Matahari terbit di pagi hari. (Shutterstock)

Suara.com - Warna Matahari yang dilihat dari Bumi baik saat terbit atau tenggelam di langit adalah kuning atau oranye kemerahan. Itulah mengapa yang membuat anak kecil membubuhkan warna tersebut saat menggambar Matahari. Namun, ternyata warna Matahari sesungguhnya adalah putih.

Pada dasarnya, Matahari memancarkan semua warna dalam spektrum cahaya secara bersama-sama, di mana akan tampak sebagai warna putih jika dilihat dari luar angkasa. Namun, warna tersebut akan berbeda jika melihat warna Matahari dari permukaan Bumi. Penyebabnya adalah karena adanya atmosfer Bumi.

Atmosfer Bumi memiliki lapisan yang lebih tebal di sekitar cakrawala dan akan menghamburkan cahaya Matahari yang masuk ke dalam lapisan atmosfer. Cahaya dengan panjang gelombang pendek (hijau, biru, ungu) mudah terhambur oleh atmosfer Bumi.

Sementara itu, cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah, kuning, oranye) tidak mudah terhambur sehingga akan menembus lapisan atmosfer dan membuat mata manusia melihat warna Matahari dengan warna kuning, oranye, dan juga terkadang merah.

Meski memiliki warna asli putih, para astronom mengelompokkan Matahari dalam jenis bintang kerdil kuning. Pengelompokkan tersebut dikenal sebagai diagram Hertzsprung-Russell atau untuk lebih mudah disingkat dengan diagram H-R. Ini merupakan sebuah diagram hubungan antara luminositas dengan indeks warna bintang. Diagram ini dikembangkan secara terpisah oleh astronom asal Denmark, Eijnar Hertzsprung pada tahun 1911 dan astronom Amerika Serikat, Henry Norris Russell pada tahun 1913.

Dalam diagram H-R, Matahari termasuk dalam bintang kuning. Posisi bintang pada diagram H-R sendiri tergantung pada suhu dan luminositas bintang. Bintang akan diberi warna sesuai dengan suhu mereka, di mana warna biru untuk bintang panas dan warna merah untuk bintang dingin.

Karena suhu Matahari sudah diketahui, maka Matahari dikelompokkan bersama dengan bintang yang memiliki suhu yang dianggap berwarna kuning ketika diamati dari Bumi. Meski begitu, pengelompokkan ini hanya bertujuan untuk mengenali evolusi bintang dari warnanya karena warna bintang dalam diagram H-R tidak selalu mewakili warna sebenarnya dari bintang tersebut. [Scienceabc]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Kemunculan Empat Matahari di Kepri, Ini Penjelasannya

Heboh Kemunculan Empat Matahari di Kepri, Ini Penjelasannya

Tekno | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 06:30 WIB

Geger, Muncul 4 Matahari Kembar di Langit Kepulauan Riau

Geger, Muncul 4 Matahari Kembar di Langit Kepulauan Riau

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:06 WIB

Lagi Dekati Bumi, Mars Lebih Cemerlang di Langit Malam

Lagi Dekati Bumi, Mars Lebih Cemerlang di Langit Malam

Tekno | Senin, 18 Juni 2018 | 17:56 WIB

Polar Day, Nama Ilmiah dari Midnight Sun

Polar Day, Nama Ilmiah dari Midnight Sun

Tekno | Jum'at, 18 Mei 2018 | 13:13 WIB

Pahami Penandaan Waktu di Lintang Tinggi

Pahami Penandaan Waktu di Lintang Tinggi

Tekno | Rabu, 16 Mei 2018 | 16:19 WIB

Berapa Lama Waktu Sinar Matahari Masuk ke Bumi? Ini Jawabannya

Berapa Lama Waktu Sinar Matahari Masuk ke Bumi? Ini Jawabannya

Tekno | Selasa, 24 April 2018 | 19:30 WIB

Terkini

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 17:42 WIB

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

News | Senin, 21 September 2026 | 17:36 WIB

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

News | Senin, 21 September 2026 | 17:30 WIB

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

News | Senin, 21 September 2026 | 17:22 WIB

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota

Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota

News | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

News | Senin, 21 September 2026 | 17:20 WIB

Kulit Halus Tanpa Cekat-cekit! 4 Serum Eksfoliasi untuk Pemula Usia 20-an

Kulit Halus Tanpa Cekat-cekit! 4 Serum Eksfoliasi untuk Pemula Usia 20-an

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:20 WIB

×