500 Juta Data Tamu Marriott Dibajak

Dythia Novianty

Selasa, 04 Desember 2018 | 09:15 WIB
500 Juta Data Tamu Marriott Dibajak
Ilustrasi hotel Marriott. [Shutterstock]

Suara.com - Tercatat sebanyak 500 juta data pelanggan dari grup hotel Marriott International telah terbajak. Jaringan hotel mengatakan, basis data reservasi tamu dari divisi Starwood telah dibajak oleh pihak yang tidak berwenang.

Dikatakan penyelidikan internal menemukan pembajak berhasil mengakses jaringan Starwood sejak 2014. Perusahaan mengatakan, akan memberi tahu pelanggan yang catatannya ada dalam database.

Marriott International membeli Starwood pada tahun 2016, menciptakan jaringan hotel terbesar di dunia dengan lebih dari 5.800 properti.

Merek hotel Starwood termasuk W Hotels, Sheraton, Le Méridien dan Four Points by Sheraton. Hotel-hotel bermerek Marriott menggunakan sistem reservasi terpisah di jaringan yang berbeda.

Marriott mengatakan, itu diperingatkan oleh alat keamanan internal bahwa seseorang sedang mencoba untuk mengakses database Starwood. Setelah menyelidiki, ia menemukan bahwa pihak yang tidak sah telah menyalin dan mengenkripsi informasi.

Dikatakan mereka percaya bahwa databasenya berisi catatan hingga 500 juta pelanggan. Sekitar 327 juta tamu, informasi termasuk "beberapa kombinasi" dari: nama, alamat, nomor, telepon, alamat email, Nomor paspor, Informasi Akun, tanggal lahir, jenis kelamin, informasi kedatangan dan keberangkatan.

Dikatakan beberapa catatan juga termasuk informasi kartu pembayaran terenkripsi, tetapi tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa kunci enkripsi juga telah dicuri.

"Kami sangat menyesalkan insiden ini terjadi. Marriott melaporkan insiden ini kepada penegak hukum dan terus mendukung penyelidikan mereka. Perusahaan telah mulai memberi tahu pihak berwenang," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan telah membuat situs web untuk memberikan informasi lebih lanjut kepada pelanggan yang terpengaruh. Marriott juga akan menawarkan pelanggan di AS dan beberapa negara lain langganan setahun ke layanan pendeteksi penipuan.

baca juga

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Komisi Informasi Inggris mengatakan, "Kami telah menerima laporan pelanggaran data dari Marriott yang melibatkan Starwood Hotels dan akan mengajukan pertanyaan. Jika ada yang khawatir tentang bagaimana data mereka ditangani, mereka dapat melaporkan kekhawatiran ini kepada kami. "

Sementara itu, Kaspersky Lab memberikan sebuah pernyataan melalui Principal Security Researcher at Kaspersky Lab, David Emm.

“Ini adalah salah satu pelanggaran data terbesar yang pernah kami lihat. Meskipun kami baru mulai mengobservasi sejauh mana serangan tersebut terjadi, yang jelas adalah solusi keamanan Starwood Hotels dan Marriott Group jelas tidak cukup memadai jika memungkinkan pihak ketiga tidak dikenal masuk ke sistem," ujarnya melalui keterangan resminya.

Data yang ada memang dienkripsi, dia menambahkan, namun para penyerang berpotensi mencuri kunci juga. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan keamanan ekstra seharusnya sudah diterapkan untuk mencegah hal ini terjadi.

“Pelanggaran data ini sekarang merupakan salah satu pelanggaran paling besar dalam sejarah. Tidak hanya jumlah informasi yang dicuri cukup mengerikan, tetapi rincian pribadi yang terekspos pada dasarnya merupakan database resume pribadi jutaan orang, dalam beberapa kasus disertai dengan rincian kartu kredit mereka," bebernya.

Insiden dengan skala tersebut pasti memotivasi perusahaan untuk melakukan perubahan dalam kebijakan privasi dan menyikapi perihal data yang akan dibagikan.

“Konsumen yang peduli dengan data pribadi akan menerima pemberitahuan jika mereka terkena serangan, namun kami tetap mendesak mereka untuk secara proaktif melakukan verifikasi dengan Marriott group. Saran kami kepada para konsumen adalah untuk mengubah kata sandi Anda dan menggunakan kartu elektronik non-fisik, untuk pembayaran online,” tukas Emm.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waduh! Segini Harga Identitas Digital di Dark Web

Waduh! Segini Harga Identitas Digital di Dark Web

Tekno | Sabtu, 10 November 2018 | 12:15 WIB

Google Klaim Berhasil Turunkan Angka Pembajakan

Google Klaim Berhasil Turunkan Angka Pembajakan

Tekno | Jum'at, 09 November 2018 | 13:45 WIB

Marriott dan Bridestory Gelar Bridestory Day di Senayan City

Marriott dan Bridestory Gelar Bridestory Day di Senayan City

Lifestyle | Selasa, 06 November 2018 | 08:57 WIB

Terungkap Alasan Aturan Perlindungan Data Masih Terkatung-katung

Terungkap Alasan Aturan Perlindungan Data Masih Terkatung-katung

Tekno | Kamis, 01 November 2018 | 16:58 WIB

Anda Termasuk 50 Juta Pengguna Facebook yang Diretas? Cek Disini

Anda Termasuk 50 Juta Pengguna Facebook yang Diretas? Cek Disini

Tekno | Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:23 WIB

Kacau, Facebook Juga Melacak Pengguna Internet Non-pelanggan

Kacau, Facebook Juga Melacak Pengguna Internet Non-pelanggan

Tekno | Senin, 16 April 2018 | 09:45 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×