Ternyata Mematikan, Debu Bulan Bisa Menyebabkan Kanker

Agung Pratnyawan
Ternyata Mematikan, Debu Bulan Bisa Menyebabkan Kanker
Pendaratan di Bulan. [NASA]

90 persen sel paru-paru manusia dapat terkena efek dari debu Bulan.

Suara.com - Berbagai pihak berupaya untuk kembali mengirimkan manusia ke Bulan. Dari agen wisata antariksa hingga lembaga seperti NASA. Namun perlu diketahui, ilmuwan mengungkapkan bahwa debu Bulan ternyata sangat mematikan.

Astronot selama misi Apollo 11 pada tahun 1969 mungkin tidak mengalami insiden kesehatan saat mereka ''bergembira'' melompat-lompat di permukaan Bulan.

Baca Juga : Harta Karun, Ilmuwan Temukan Puluhan Jejak Kaki Dinosaurus

Laporan NASA yang melakukan penelitian dari waktu ke waktu terhadap para astronot pasca pendaratan di Bulan juga tidak menemukan masalah kesehatan.

Tapi satu hal yang mereka tahu, debu Bulan memiliki suhu yang panas sehingga mampu menurunkan kualitas pakaian luar angkasa astronot yang mendarat.

Saat ini, para ilmuwan mengumpulkan lebih banyak bukti bahwa debu Bulan bisa sangat mengerikan bagi manusia.

Baca Juga : Deretan Asteroid yang Berpotensi Menabarak Bumi, Ini Ukurannya

Dengan memperlajari sampel debu (regolith) dari permukaan Bulan, para ilmuwan dari Stony Brook University, New York, menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan.

Astronot NASA saat mendarat di Bulan. (Wikipedia/ NASA)
Astronot NASA saat mendarat di Bulan. (Wikipedia/ NASA)

Debu Bulan ternyata dapat bereaksi dengan sel manusia dengan menciptakan apa yang disebut dengan ''radikal hidroksil''.

Reaksi dari partikel itu terkenal sangat reaktif dan di kaitkan dengan penyakit kanker pada paru-paru.

Baca Juga : Bumi Makin Sekarat, Pohon Ini Menceritakan Semuanya

''Ini adalah masalah kesehatan utama bagi astronot masa depan,'' kata Donald Hendrix, pemimpin studi di Stony Brook University.

Penelitian yang berbeda memperkuat penelitian sebelumnya dengan menyebutkan bahwa debu Bulan memiliki efek yang lebih parah lagi.

Gambar permukaan Bulan. (NASA/ Eugene Chernan)
Gambar permukaan Bulan. (NASA/ Eugene Chernan)

Para ilmuwan menggunakan sel-sel otak tikus dan sel paru-paru manusia untuk menyimulasikan efek debu Bulan.

Hasilnya sangat mematikan, 90 persen sel paru-paru manusia dan neuron tikus mati setelah terkena efek dari debu Bulan.

Baca Juga : Mengerikan, Ini 5 Alat Siksa yang Digunakan Zaman Kuno

''Debu adalah kekhawatiran nomor satu saat kembali ke Bulan'' kata astronot Apollo, John Young, dikutip dari Futurism.

Debu Bulan akan menjadi masalah besar bagi perencanaan manusia untuk ''berkeliaran kembali'' di permukaan Bulan.

Baca lebih lanjut soal debu Bulan ini di HiTekno.com dengan judul Mematikan, Debu Bulan Ternyata Menyebabkan Kanker.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS